LEBAK, TintaKitaNews.com – Kapasitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo Kabupaten Lebak telah sepenuhnya tidak mampu menampung lonjakan pasien. Ratusan warga terpaksa dirawat di koridor, lorong, hingga berbaring di lantai ruang tunggu karena seluruh bangsal dan tempat tidur telah penuh, Senin (5/10/2026).
Kondisi memprihatinkan ini memicu gelombang kecaman langsung kepada Pemerintah Kabupaten Lebak yang dinilai lambat dan tidak serius mengatasi krisis pelayanan kesehatan dasar.
Pantauan di lokasi menunjukkan hampir setiap jengkal ruang umum dipenuhi tandu, pasien dengan selang infus, serta keluarga yang duduk bergelimpangan di lantai. Pasien lanjut usia, anak-anak, hingga mereka yang butuh perawatan ketat sama sekali tidak mendapat ruang tertutup. Privasi tidak terjaga, kebersihan sulit dijaga, dan risiko penularan silang penyakit terbuka lebar. Suasana bising dan sempit justru menghambat proses pemulihan.
Antrean pemeriksaan pun memanjang, penanganan medis menjadi terburu-buru, sementara tenaga kesehatan bekerja di bawah tekanan luar biasa. Keluarga pasien harus bergantian menjaga di tempat yang tidak layak. Banyak warga mengaku kecewa, mengingat RSUD Adjidarmo menjadi tumpuan utama kesehatan bagi warga di seluruh wilayah Kabupaten Lebak.
Salah seorang warga, Rizki Abdilah, menyoroti ketidaksiapan Pemkab Lebak dalam menambah kapasitas bangsal serta melakukan peremajaan gedung. Anggaran kesehatan yang sudah dialokasikan dinilai belum memberikan perbaikan nyata di lapangan. Padahal, kepadatan ini bukan hal baru dan sudah berulang kali dikeluhkan sejak bulan-bulan sebelumnya, namun hingga kini belum ada langkah konkret yang signifikan.
“Kami minta Bupati dan Dinas Kesehatan tidak hanya melihat saat ada acara resmi, tapi turun langsung ke lorong ini. Rakyat butuh tempat tidur layak, bukan janji,” tegas salah satu warga yang mendampingi kerabatnya.
Masyarakat mendesak Pemkab Lebak segera mengambil langkah darurat yakni membuka ruang tambahan sementara, mengoptimalkan sistem rujukan ke puskesmas dan fasilitas lain, serta menyusun rencana perluasan bangsal jangka panjang.
“Kami mendesak Pemkab Lebak segera memberikan pembenahan terkait hal ini,” tandas warga tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi kondisi tersebut kepada pihak Pemkab Lebak dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.
