LEBAK – Serikat Mahasiswa Pemuda Banten (SMPB) menyoroti peristiwa yang menyayat hati rakyat terhadap Pemerintah Kabupaten Lebak khususnya di bidang kesehatan yakni akibat buruknya kualitas pelayanan publik di Puskesmas Cirinten hingga mengakibatkan pasien meninggal dunia. Hal ini disampaikan SMPB ketika Audiensi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak. Kamis, (19/12/2024).
“Pertemuan kami hari ini bersama Dinkes Lebak tidak menemui titik terang atas insiden salah satu pasien meninggal dunia di Puskesmas Cirinten beberapa waktu lalu. Sungguh nahas saat kita membandingkan dengan Kabupaten lain yang sedang mereformasikan birokrasinya, namun di Kabupaten Lebak ini kok malah ada orang yang sakit dan diduga tidak cepat di tangani oleh pihak Puskesmas sampai meregang nyawa,” ucap Sekjen SMPB Alfarizi kepada Awak Media.
Menurut dia, apabila melihat insiden ini bukan suatu hal yang biasa, mengingat kejadian yang menyangkut nyawa seseorang seharusnya segera dan cepat ditangani dan ditanggapi oleh pihak-pihak yang berwajib terutama Dinas Kesehatan namun malah seolah oknum pegawai abai terhadap sumpahnya untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Oleh karena itu kami ingin sama-sama mengevaluasi kinerja serta pelayanan di bidang kesehatan yang ada di kabupaten Lebak. Jangan sampai hal atau fenomena ini terulang kembali mengingat kesehatan adalah salah satu leading sector garda terdepan yang di butuhkan oleh dalam kesehatan masyarakat berikut dengan bagaimana bidang Kesehatan yang ada di Kabupaten Lebak bisa memuaskan dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat sesuai dengan harapan bersama,” imbuhnya.
“Mengingat citra Dinas Kesehatan dan Puskesmas di mata masyarakat hal ini harus sama-sama kita jaga agar tumbuh nya kepercayaan yang lebih lagi di mata masyarakat. Jangan sampai kami SMPB dengan masyarakat menarik kepercayaan kami dan menobatkan orang orang yang tidak bisa kerja atas dinas kesehatan dan puskesmas se kabupaten lebak yang berada di bawah naungannya,” tambahnya.
Alfarizi menyatakan bahwa untuk menjalankan kewajiban serta tanggung jawab atas Social of control SMPB memilih akan menggelar aksi Demonstrasi pada hari Senin 23 Desember 2024 mendatang.
“Atas kejadian ini pihaknya berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari dan bidang pelayanan kesehatan di Kabupaten Lebak mulai dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas se Kabupaten Lebak dapat meningkatkan kapasitas dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” jelasnya.
Alfarizi menegaskan tujuan aksi Demonstrasi yang SMPB lakukan semata-mata untuk mengevaluasi lewat instrumen jalanan terhadap kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.
“Sudah menjadi tugas kami selaku Mahasiswa untuk menjaga Stabilitas daerah dan menjaga Nilai Demokrasi serta menjadi pemerhati terhadap sayap-sayap birokrasi, karena itulah diakhir kami menyerahkan Surat Pemberitahuan Aksi sebagai bentuk Control Social. Kami cinta terhadap Dinas Kesehatan, kami selalu mendukung upaya-upaya Dinas Kesehatan dalam mengentaskan persoalan-persoalan yang hari ini ada, dengan Aksi kami itu merupakan bentuk dukungan kami terhadap upaya-upaya Dinkes Kabupaten Lebak,” tandasnya.
Sementara itu, Sepdi salah satu rekannya menambahkan bahwa, insiden pasien meninggal dunia ini menjadi ciri mengenai fatalnya dampak kualitas pelayanan yang buruk di sebuah Puskesmas yang notabene pusat pelayanan kesehatan terpadu bagi masyarakat di Wilayahnya.
“Sebetulnya kita dapat menyimpulkan dari peristiwa itu bahwa segala itu dampak dari buruknya kualitas pelayanan publik, meski kematian adalah sebuah takdir, tapi paling tidak jika pegawai pegawai itu bekerja sesuai dengan SOP seharusnya kejadian ini bisa diminimalisir,” ungkapnya.
Sepdi juga menyoal mengenai buruknya kualitas pelayanan bukan hanya terdapat di Puskesmas Cirinten saja, melainkan di beberapa Puskesmas lainnya juga terdapat habbit, atau perilaku buruk dari oknum Pegawai-pegawainya.
“Pelayanan yang buruk bukan hanya ada di Puskesmas Cirinten saja bahkan ada juga di beberapa Puskesmas lainnya terapat hal demikian, itulah kenapa kami mempertanyakan kinerja Kabid Kesmas dan Kabid Yankes dalam mengurusi Pelayanan Publik di seluruh Puskesmas di bawah naungannya, besar harapan kami ini menjadi catatan yang sangat penting untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak agar dapat membuat solusi yang konkret supaya kedepan kejadian serupa tak lagi terulang,” pungkasnya.
Sebelum berita ini di muat, Awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

Tinggalkan Balasan