MADIUN – Sebanyak 43 Warga Binaan Lapas Kelas I Madiun Kanwil Kemenkumham Jatim melaksanakan Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dalam proses pengusulaan hak integrasi berupa Pembebasan Bersyarat (PB) dan Cuti Bersyarat (CB) yang juga dihadiri secara virtual melalui media zoom oleh keluarga WBP Senin, (13/11/2023).
Pelaksanaan sidang TPP dibuka oleh Kasie Bimkemasy, Mega Rahayu selaku Sekretaris sidang TPP dan dilanjutkan oleh Kabid Pembinaan, Budi Ruswanto, selaku Ketua Sidang TPP. Sidang TPP berjalan dengan mendengarkan pendapat para anggota sidang disertai pemeriksaan ulang syarat administratif dan substantifnya.
Kepala Bidang Pembinaan, Budi Ruswanto mengungkapkan bahwa sidang TPP merupakan hal yang penting dalam rangka meningkatkan proses pembinaan di Lapas.
“Sidang TPP juga merupakan salah satu indikator keberhasilan pembinaan di dalam Lapas Sehingga layak apa tidak WBP yang hari ini disidangkan untuk mengikuti pengusulaan Pembebasan bersyarat, Cuti Bersyarat,” ungkapnya.
Kabid Pembinaan menambahkan bahwa pihaknya sengaja melibatkan keluarga penjamin WBP dalam proses sidang, hal itu dilakukan karena ingin bersama sama mengawasi dan memotivasi Warga Binaan.
“Khususnya untuk terus meningkatkan kualitas diri untuk lebih baik dan bermanfaaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, dan yang paling penting tidak Kembali lagi mengulangi lagi tindak pidana,” tandas Budi Ruswanto.
Sementara itu, Kalapas I Madiun Kadek Anton Budiharta menjelaskan, Sidang TPP Online merupakan salah satu inovasi praktik baik yang dilaksanakan oleh Bidang Bimkemasy Lapas Kelas I Madiun.
“Ini kita lakukan yakni dalam rangka menfasilitasi keluarga WBP terlibat langsung dalam proses sidang TPP yang dilaksanakan di Lapas I Madiun,” jelasnya.
Disisi lain Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono juga menyampaikan, Proses sidang ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan yang adil dan bertanggung jawab mengenai permohonan cuti bersyarat, pembebasan bersyarat, dan cuti menjelang bebas.
“Keputusan ini akan memberikan dampak signifikan tidak hanya bagi warga binaan tetapi juga bagi keluarga mereka dan masyarakat luas,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan