MADIUN – Kegiatan Jumrah (Jum’at Menjemput Rahmat) di Lapas Kelas I Madiun gelar santunan terhadap anak yatim dan Masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut juga melibatkan Peserta dari Pendidikan Pondok Pesantren. Jum’at (27/10/2023).

Pada kegiatan Jum’at menjemput Magfiroh Kalapas kelas I Madiun membagikan santunan terhadap anak yatim dan Masyarakat sekitar Lapas.

Pemberian santunan ini dilakukan  sebagai upaya untuk mensejahterakan anak yatim piatu dan Masyarakat sekitar yang membutuhkan bantuan.

Dalam sambutannya Kadek Anton menyampaikan bahwa, Jumrah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan jajaran Lapas Kelas I Madiun, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur.

“Hal ini tentunya dalam rangka meningkatkan kualitas SDM Lapas yang BerAkhlak, salah satu pembinaan mental dan spiritual Aparatur Sipil Negara (ASN), kegiatan ini penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi, yakni untuk untuk menciptakan ASN yang berintegritas tinggi yang memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap sesama,” terangnya.

Kalapas mengatakan, pada Jumrah kali ini ada hal yang berbeda dari biasanya,  dimana kegiatan Jumrah ini merupakan sarana inplementasi dalam program pembinaan kepribadian bagi narapidana.

“Kedepan setiap Jum’at narapidana yang menjadi peserta Pendidikan berbasis pondok pesantren kami libatkan untuk mengikuti kegiatan rutin ini, mereka para (napi,-red) yang menjadi santri kita jadwalkan untuk belajar memimpin do’a, kultum atau ceramah kita siapkan betul mereka untuk berani tampil dihadapan kita para petugas, ataupun Masyarakat luar yang kami undang,” imbuhnya.

“Kegiatan tersebut merupakan sarana dalam mengimplementasikan hasil pembinaan berbasis pondok pesantren,” tambahnya.

Kalapas juga berharap sesuai dengan arahan Kepala kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, bahwa setiap Unit Pelaksana teknis harus mampu mendorong kinerja terbaiknya dalam mencapai tujuan organisasi.

“Dengan berjalannya kegiatan pengajian rutin ini diharapkan dapat memberikan perubahan yang baik secara pribadi maupun organisasi di lingkungan Lapas serta dapat meningkatkan kualitas pembinaan terhadap narapidana di Lapas Kelas I Madiuin,” harapnya.