KAMPAR, TintaKitaNews.com — Kodam XIX/Tuanku Tambusai mengerahkan kekuatan personel gabungan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang meluas di wilayah Desa Rimba Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (23/8/2026). Operasi penanganan dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan pemerintah daerah setempat guna mencegah titik api meluas ke kawasan yang lebih luas.
Dalam operasi pemadaman ini, Kodam XIX/Tuanku Tambusai mengerahkan personel jajaran Koramil Kodim 0313/Kampar, diperkuat satu Satuan Setingkat Peleton (SST) Yon Arhanud 13/PBY serta satu SST Kompi Kavaleri 6/RBT. Seluruh pasukan bersinergi erat dengan instansi terkait untuk melakukan penindakan langsung di titik api serta pengendalian kawasan rawan.
Kondisi cuaca yang ekstrem panas menjadi faktor utama yang mempercepat penyebaran api sekaligus menyulitkan proses pemadaman. Selain itu, medan yang sulit dijangkau serta karakteristik lahan kering yang mudah terbakar menambah tingkat kesulitan operasi. Tim gabungan pun harus bekerja secara maksimal dengan mengutamakan strategi matang, koordinasi lintas sektor, serta aspek keselamatan personel di lapangan.
Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai menegaskan bahwa pihaknya akan terus hadir dan berperan aktif mendukung pemerintah daerah dalam penanganan Karhutla secara menyeluruh. Seluruh personel diarahkan melakukan pemadaman terpadu, membatasi penyebaran api, serta memastikan keamanan wilayah tetap terkendali.
“TNI Angkatan Darat berkomitmen penuh membantu penanganan bencana Karhutla di wilayah ini. Kami pastikan setiap langkah di lapangan berjalan terkoordinasi, terarah, dan mengutamakan keselamatan,” demikian pernyataan resmi jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai.
Untuk menjamin kelancaran operasi, Kodam XIX/Tuanku Tambusai mendirikan posko lapangan yang berfungsi sebagai pusat komando dan koordinasi seluruh kegiatan pemadaman. Dapur lapangan juga disiapkan guna memenuhi kebutuhan logistik serta menjaga stamina para prajurit dan tim gabungan yang bertugas di garis depan.
Pihaknya berharap melalui sinergi kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, serta seluruh elemen masyarakat, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kampar dapat segera dikendalikan total, sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan dan keselamatan warga sekitar.
