LEBAK, TintaKitaNews.com – Organisasi Masyarakat Pelestari Seni dan Budaya Garuda Banten Indonesia menghadirkan tas koja, kerajinan tangan warisan budaya khas Cibadak, Kabupaten Lebak dengan kualitas unggul dan harga yang terjangkau bagi masyarakat luas.

Binaan ormas ini, kelompok pengrajin yang dipimpin H. Rois berpusat di Kampung Ranca Sema Pasir, Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak memproduksi tas koja dengan teknik anyaman turun-temurun yang dikerjakan sepenuhnya secara manual. Setiap produk dijual dengan harga Rp250.000 per unit.

“Kami membuat tas koja ini sepenuhnya dengan tangan, menggunakan teknik turun-temurun yang kami jaga kelestariannya. Setiap helai anyaman dikerjakan dengan teliti agar menghasilkan produk yang kuat, indah, dan layak digunakan dalam jangka panjang,” ungkap H. Rois, pemilik kelompok pengrajin, Senin (20/7).

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pelestarian budaya, namun juga menjadi sumber penghidupan bagi warga sekitar. Setiap produk yang dihasilkan memadukan nilai ekonomi sekaligus identitas asli masyarakat Lebak.

Ketua Umum Ormas Pelestari Seni dan Budaya Garuda Banten Indonesia, Budi Hartono menyatakan, upaya ini merupakan wujud nyata komitmen lembaganya menjaga kearifan lokal sekaligus mendorong kemajuan masyarakat.

“Kehadiran tas koja ini bukan sekedar menawarkan produk kerajinan, melainkan upaya strategis kita menjaga agar identitas budaya daerah tidak hilang ditelan perubahan zaman. Kami ingin membuktikan bahwa pelestarian budaya juga mampu menjadi tulang punggung kemandirian ekonomi masyarakat setempat,” ujar Budi Hartono.

“Garuda Banten akan terus mendampingi para pengrajin mulai dari penguatan kualitas produk, inovasi model, hingga akses pemasaran yang lebih luas, sehingga nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan pengrajin mendapatkan kesejahteraan yang layak dari hasil karya mereka,” tambahnya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut atau melakukan pemesanan dapat menghubungi nomor kontak 0813-1846-4654.

Kegiatan ini juga menjadi bukti peran aktif ormas dalam mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada kearifan lokal daerah.

 

Wartawan: Sastra, Editor: Enggar