LEBAK, TintaKitaNews.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Banten Corruption Watch (BCW) menggelar audiensi resmi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, Senin (18/5/2026). Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Dinkes Lebak ini berfokus pada pengawasan pelaksanaan program, transparansi penggunaan anggaran, serta peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Rombongan BCW dipimpin langsung oleh Ketua lembaga tersebut, Deni Setiawan. Sementara itu, Dinkes Lebak diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, dr. Sobri, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Firman. Pertemuan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Deni Setiawan menegaskan, kehadiran pihaknya bertujuan memastikan tata kelola kesehatan berjalan bersih, akuntabel, dan tepat sasaran. Pengawasan ini mencakup seluruh aspek, mulai dari penyaluran anggaran, ketersediaan fasilitas, obat-obatan, hingga mutu pelayanan di puskesmas dan rumah sakit daerah.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah anggaran kesehatan digunakan sesuai peruntukan, tidak ada penyimpangan, dan masyarakat merasakan manfaatnya secara nyata. Peran kami adalah mengawasi sekaligus mendorong perbaikan berkelanjutan,” ujar Deni yang kerap disapa Rambo, Selasa (18/5/2026).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Lebak, dr. Sobri, menyambut baik langkah pengawasan yang dilakukan BCW. Pihaknya mengaku terbuka terhadap masukan dari masyarakat demi kemajuan pelayanan kesehatan di wilayahnya.

“Kami terbuka sepenuhnya. Selama ini kami sudah berupaya maksimal menjalankan tugas. Peran serta dan pengawasan dari masyarakat sangat dibutuhkan agar pelayanan kesehatan di Kabupaten Lebak semakin maju dan baik,” jelas dr. Sobri.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Firman, menambahkan bahwa seluruh program yang dijalankan telah mengacu pada pedoman nasional. Pihaknya berkomitmen memperluas jangkauan layanan hingga ke daerah terpencil serta memprioritaskan pemerataan akses kesehatan.

“Peningkatan mutu dan pemerataan layanan adalah prioritas utama kami. Masukan dari BCW sangat berharga agar kami lebih teliti dan transparan dalam setiap langkah kerja yang diambil,” tambah dr. Firman.

Deni Setiawan juga menegaskan, kegiatan pemantauan ini tidak berhenti pada audiensi semata. BCW berkomitmen terus mendampingi dan meninjau pelaksanaan program secara langsung di lapangan. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan atau kelalaian, pihaknya tidak akan ragu mendorong perbaikan hingga menempuh jalur hukum.

“Kami akan terus memantau pelaksanaan nyata di lapangan. Jika ditemukan temuan penyimpangan atau kelalaian, kami akan mendorong perbaikan, dan jika perlu kami akan menindaklanjuti ke jalur hukum,” tegas Deni.

Audiensi ini ditutup dengan kesepakatan kedua belah pihak untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif. Hal ini dilakukan demi mewujudkan tata kelola kesehatan yang transparan, berkualitas, serta bebas dari praktik korupsi di Kabupaten Lebak.