RUPS LB menyetujui perubahan struktur pengurus, catat capaian aset di atas Rp10 triliun

SERANG, BANTEN – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten harus menjadi identitas dan kebanggaan seluruh warga Banten. Selain sebagai simbol daerah, bank ini juga dituntut menjadi instrumen strategis untuk membangun pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, adil, dan berkualitas.

Pernyataan itu disampaikan usai ia membuka Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Bank Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Rabu (21/1/2026). Acara yang dihadiri perwakilan Bank Jatim dan didampingi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki dua agenda utama, yaitu menerima pengunduran diri Direktur Bisnis serta menyetujui perubahan struktur pengurus.

“Alhamdulillah, seluruh proses berjalan sesuai mekanisme. Bank Banten harus menjadi identitas warga Banten, karena dari identitas inilah kita menuju produktivitas yang berkualitas,” tegas Andra Soni.

Kinerja Positif, Aset Tembus Rp10 Triliun

Direktur Utama Bank Banten Muhammad Busthami memaparkan bahwa hingga akhir tahun 2025, aset bank tersebut menembus angka di atas Rp10 triliun dengan penyaluran kredit mencapai lebih dari Rp5 triliun. Rasio keuangan juga terus membaik, dengan Non-performing loan (NPL) neto per Desember 2025 terjaga di bawah 5 persen sesuai threshold OJK.

“Laba bersih akhir 2025 (unaudited) juga dipastikan jauh melampaui capaian tahun 2024,” jelasnya.

Gubernur Andra mengapresiasi tren pertumbuhan positif ini dan menekankan pentingnya menjaga integritas serta profesionalisme pengelolaan. Pemerintah daerah juga terus menguatkan dukungan melalui penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), termasuk kerja sama dengan Kabupaten Pandeglang dan pengelolaan pra-RKUD di Kabupaten Tangerang.

Kerjasama KUB dengan Bank Jatim Efektif

Wakil Direktur Utama Bank Jatim R. Arief Wicaksono menyampaikan bahwa mekanisme Kelompok Usaha Bank (KUB) telah dinyatakan efektif oleh OJK per Desember 2025. Sebagai induk KUB, Bank Jatim akan mengoptimalkan sinergitas bisnis, transformasi human capital, dan peningkatan kapasitas teknologi informasi Bank Banten pada tahun 2026.

“Kami optimistis kinerja Bank Banten yang sangat baik di tahun 2025 akan semakin meningkat di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.

Perubahan Susunan Pengurus Disetujui

RUPS LB yang dipimpin Komisaris Utama Bank Banten Hoirudin Hasibuan menyetujui perubahan susunan pengurus. Bambang Widyatmoko mengundurkan diri dari jabatan Direktur Bisnis dan Transformasi.

Susunan Dewan Komisaris baru terdiri atas Hoirudin Hasibuan (Komisaris Utama), Deden Riki Hayatul Firman (Komisaris Independen), serta Deden Apriandhi dan Rina Dewiyanti (Komisaris Perwakilan Pemprov Banten). Sementara jajaran direksi dipimpin Muhammad Busthami (Direktur Utama), didampingi Eko Virgianto (Direktur Kepatuhan), Slamet Riyadi (Direktur Bisnis), dan Purbaji Basuki (Direktur Operasional dan Transformasi).

“Kami berharap pengalaman jajaran direksi baru dapat membawa kemajuan yang lebih baik bagi Bank Banten,” tutup Hoirudin.