BANTEN – Tensi politik kepemudaan di Kabupaten Tangerang memanas menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang dijadwalkan akan digelar akhir bulan Desember ini. Badrul Munir, Ketua Pemuda Islam Provinsi Banten, secara tegas menginstruksikan kepada seluruh kader Pemuda Islam di Kabupaten Tangerang untuk tidak memberikan hak pilih mereka dalam Musda yang dinakhodai oleh Juanda.
Badrul Munir menganggap Musda yang akan digelar tersebut berpotensi menimbulkan perpecahan dan polemik di antara para pemuda di Tangerang Raya. Ia juga menegaskan bahwa KNPI Provinsi Banten yang sah hanya dimiliki oleh Ahmad Jayani, bukan Rano Al Fath.
“Kami menolak Musda KNPI Kabupaten Tangerang yang dipimpin oleh Juanda. Musda ini hanya akan memicu perpecahan dan konflik di antara para pemuda. Kami tidak ingin melihat Tangerang Raya terpecah belah karena perebutan kekuasaan di KNPI,” tegas Badrul Munir dalam sebuah pernyataannya, Rabu (11/12/2024).
Ia juga mempertanyakan legitimasi Juanda sebagai Ketua KNPI Kabupaten Tangerang. Ia menilai bahwa Juanda tidak memiliki mandat yang sah dari KNPI Provinsi Banten yang dipimpin oleh Ahmad Jayani.
“Kami tidak mengakui kepemimpinan Juanda di KNPI Kabupaten Tangerang. Ia tidak memiliki mandat yang sah dari KNPI Provinsi Banten. Musda yang akan digelar ini adalah ilegal dan tidak sah,” tegas Badrul Munir.
“Apabila mereka tetap melaksanakan Musda, maka kami akan menempuh jalur hukum, karena mereka tidak berhak menggunakan Nama dan Logo KNPI. Kami percaya bahwa langkah hukum adalah satu-satunya cara untuk menegakkan keadilan dan kebenaran dalam organisasi ini. Kami tidak akan membiarkan kepentingan segelintir orang merusak reputasi KNPI yang seharusnya menjadi wadah pemuda yang bersatu dan berdaya. Kami akan berjuang untuk menjaga marwah KNPI yang sah dan mendorong pemuda di Kabupaten Tangerang untuk tetap solid dan tidak terpecah oleh kepentingan politik yang tidak sehat,” sambungnya.
Dengan ini diharapkan pernyataan Badrul Munir semakin jelas dan tegas dalam menentang Musda yang dipimpin oleh Juanda.
Polemik ini semakin memanas dengan munculnya pernyataan dari tokoh pemuda Banten, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Federasi Mahasiswa Islam (FMI) Provinsi Banten yang menolak Musda yang dipimpin oleh Juanda.
Menyatakan dukungannya terhadap Munir dan menolak Musda yang dipimpin oleh Juanda. Muhammad Apud menilai bahwa Musda ini hanya akan memperburuk situasi politik kepemudaan di Tangerang Raya.
“Saya mendukung pernyataan Badrul Munir. Musda ini hanya akan memicu perpecahan dan konflik. Kita harus bersatu untuk membangun Tangerang Raya, bukan terpecah belah karena perebutan kekuasaan,” kata Apud yang saat ini kuliah di Pascasarjana UNIS Tangerang.
Sebelum berita ini dimuat, Awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.

Tinggalkan Balasan