LEBAK, TintaKitaNews.com – Pembangunan jalan akses sepanjang 1,4 kilometer menuju Situs Cibedug di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, tidak hanya melibatkan personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0603/Lebak, tetapi juga diikuti langsung oleh warga setempat, termasuk seorang penyadap aren, Bapak Arhata (45). Pengecoran jalan dimulai Sabtu (17/10/2026) dan berlangsung dengan semangat gotong royong di medan perbukitan yang terjal.
Jalan yang dibangun memiliki spesifikasi panjang 1,4 kilometer, lebar 3 meter, dan ketebalan 15 sentimeter, dengan target penyelesaian pada 11 November 2026. Pembangunan ini menjadi akses penghubung penting antara Desa Citorek Barat dan Desa Cibedug, sekaligus membuka konektivitas menuju kawasan situs cagar budaya Cibedug.
Di antara warga yang turun membantu, Arhata menyampaikan bahwa pembangunan jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk memperlancar pengangkutan hasil tani dan hasil alam dari wilayah tersebut.
“Saya sangat senang dengan adanya pembangunan jalan ini. Karena jalan ini nantinya digunakan untuk kepentingan bersama, saya juga ikut bergotong royong membantu pengerjaannya,” ujar Arhata di lokasi kegiatan.
Ia berharap setelah selesai, jalan tersebut mempermudah warga mengangkut hasil kebun dan hasil sadapan aren ke pasar dengan lebih cepat dan aman.
Pengerjaan jalan ini melibatkan personel gabungan dari Kodim 0603/Lebak, Polres Lebak, Lanal Banten, serta Yonif TP 840/GS. Kerja sama lintas unsur ini memperkuat sinergi pembangunan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Kepala Desa Citorek Barat, H. Karjaya, sebelumnya juga menyampaikan apresiasi dan berharap pembangunan dapat berlanjut hingga ke wilayah sekitar, mengingat jalan ini menjadi urat nadi mobilitas warga di kawasan perbukitan tersebut.
Keterlibatan warga secara langsung dalam setiap tahap pengerjaan membuktikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang disediakan, tetapi juga oleh rasa memiliki dan partisipasi aktif masyarakat. Semangat inilah yang menjadi dasar pelaksanaan program TMMD, yaitu membangun bersama dari, oleh, dan untuk masyarakat.***
