LEBAK, TintaKitaNews.com – Wadah Pelestari Seni dan Budaya Garuda Banten Indonesia menggelar ritual budaya Keceran Tjimande di halaman sekretariat DPP Garuda Banten, Kampung Lebak Sambel, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menjaga Budaya”, kegiatan ini menjadi upaya nyata menjaga kearifan lokal yang dinilai kian tergerus arus perubahan zaman.

Ketua DPP Garuda Banten, Budi Hartono atau yang akrab disapa Abah Boton, menegaskan Keceran Tjimande bukan sekadar seremonial, melainkan jati diri masyarakat yang wajib dijaga.

“Jika kita melupakan tradisi ini, sama saja kita meninggalkan identitas bangsa. Tema yang kami angkat adalah tekad agar nilai-nilai luhur ini tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Pembina Garuda Banten, H. Rois, menyebut ritual yang diwariskan turun-temurun ini merupakan wujud syukur sekaligus permohonan keselamatan dan kemakmuran bersama.

“Doa dan harapan ini harus diwariskan kepada generasi mendatang agar mereka tahu dari mana mereka berasal,” tegas H. Rois.

Sekretaris Garuda Banten, Ade Apriyadi, mengakui banyak kalangan muda kini lebih mengenal budaya asing dibanding warisan sendiri. Kegiatan ini diharapkan membangkitkan kesadaran pemuda untuk menghargai budaya leluhur.

Pelaku seni tradisional, Wak Alung, meminta dukungan pemerintah daerah agar memberi ruang lebih luas bagi pelestarian budaya lokal. Ia menegaskan hilangnya Keceran Tjimande berarti hilangnya satu bagian sejarah dan seni masyarakat.

Sementara itu, warga Kampung Lebak Sambel, Syahroni, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kembalinya ritual ini mempererat kembali kerukunan warga yang belakangan mulai jarang berkumpul secara gotong royong.

Abah Boton menutup dengan mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, bergandengan tangan menjaga warisan budaya.

“Budaya adalah akar. Tanpa akar, kita akan mudah tumbang,” pungkasnya.