MAKASSAR, TintaKitaNews.com – Ketua Umum Relawan Logis 08, Anshar Ilo, meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menunda rencana penanaman modal sebesar Rp20 triliun di sektor peternakan ayam pedaging dan petelur. Permintaan itu disampaikan lantaran dinilai ekosistem bisnis peternakan nasional belum sepenuhnya siap menampung investasi bernilai besar tersebut.

Permintaan ini disampaikan Anshar, yang juga relawan pendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024, saat memberikan keterangan pers di Makassar, Senin (18/5/2026). Menurutnya, rencana investasi tersebut sejatinya patut diapresiasi karena memiliki tujuan strategis, yakni memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski begitu, pelaksanaannya tidak boleh dilakukan secara terburu-buru.

“Program ini sangat baik dan strategis karena dapat memperkuat rantai pasok ayam dan telur untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Tetapi kami meminta Danantara menunda dulu investasi ini jika seluruh ekosistem usaha belum siap. Jangan sampai dana besar justru menimbulkan risiko kegagalan,” tegas Anshar.

Anshar menegaskan terdapat sejumlah aspek fundamental yang wajib dipersiapkan secara matang sebelum investasi tersebut direalisasikan. Hal itu mencakup kesiapan sarana dan prasarana pendukung, ketersediaan kandang dengan standar modern, pasokan pakan yang cukup dan berkualitas, mutu bibit ayam (DOC), penguasaan teknologi budidaya, hingga sistem manajemen produksi dan distribusi yang andal.

“Peternakan ayam membutuhkan standar yang tinggi. Kandang harus memenuhi spesifikasi, teknologi harus memadai, bibit dan pakan harus berkualitas, serta sumber daya manusia harus siap. Jika hal-hal ini belum dimaksimalkan, maka investasi sebesar Rp20 triliun berpotensi tidak efektif,” ujarnya.

Dalam pandangannya, peran PT Berdikari sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor peternakan dan pangan sangat strategis. Perusahaan tersebut dinilai seharusnya mampu menjadi penggerak utama dalam menjaga stabilitas harga pasar, menjamin ketersediaan pasokan protein hewani bagi masyarakat, sekaligus mendukung keberhasilan Program MBG.

Meski mendukung sepenuhnya langkah pemerintah meningkatkan produksi ayam dan telur nasional, Anshar mengaku masih meragukan kesiapan operasional serta kapasitas pelaksanaan di lapangan jika investasi dipaksakan berjalan tanpa perencanaan yang mendalam.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah meningkatkan produksi ayam dan telur nasional. Tetapi investasi sebesar ini harus diawali dengan kajian komprehensif, proyek percontohan, dan pembangunan ekosistem yang kuat. Jangan sampai niat baik justru berujung pada pemborosan anggaran,” tandasnya.

Lebih lanjut, Logis 08 menilai, jika seluruh infrastruktur, teknologi, dan sistem tata kelola telah terbangun dan siap pakai, investasi Danantara dapat menjadi tonggak kemandirian pangan Indonesia. Selain itu, langkah itu diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat ekonomi masyarakat di sektor peternakan.

“Kalau ekosistemnya sudah matang, kami yakin investasi ini akan memberikan manfaat besar bagi peternak, masyarakat, dan negara. Tetapi jika belum siap, lebih baik ditunda sampai semuanya benar-benar siap,” pungkas Anshar.