LEBAK, TintaKitaNews.com – Setelah pengeboran pertama di lingkungan Kantor Desa Citorek Barat berjalan sesuai rencana, Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0603/Lebak kini melanjutkan pengeboran sumur bor pada titik kedua dari total lima titik yang direncanakan. Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menghadirkan akses air bersih yang layak bagi masyarakat Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten.

Pekerjaan pengeboran di titik kedua ini berjalan dalam pengawasan langsung Peltu Agus S., Babinsa yang ditunjuk sebagai pengawas lapangan. Kehadirannya memastikan setiap tahapan pengeboran berjalan sesuai prosedur, pekerjaan berjalan lancar, dan hasil yang diperoleh maksimal.

“Kami ingin memastikan sumur yang dibangun nantinya benar-benar bermanfaat dan dapat digunakan dalam jangka panjang oleh masyarakat. Oleh karena itu, setiap proses diawasi dengan teliti agar tidak ada tahapan yang terlewat,” ungkap Peltu Agus S. di lokasi kegiatan.

Penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas utama dalam sasaran fisik TMMD ke-130 di desa ini. Selama ini, sebagian warga Citorek Barat masih harus berjuang untuk mendapatkan air bersih yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan hadirnya sumur-sumur baru ini, beban warga diharapkan berkurang secara signifikan.

Sinergi lintas instansi kembali terlihat jelas di lokasi pengeboran. Personel gabungan dari Kodim 0603/Lebak, Polres Lebak, Lanal Banten, serta Yonif TP 840/GS bekerja bersama warga masyarakat. Tidak jarang warga turut menyediakan air minum, makanan, maupun tenaga secara sukarela, menunjukkan eratnya hubungan antara aparat dan masyarakat.

Kepala Desa Citorek Barat, H. Karjaya, menyambut baik dimulainya pengeboran sumur kedua ini. Menurutnya, semakin banyak titik sumur yang berhasil dibangun, semakin besar manfaat yang akan dirasakan oleh warga.

“Terima kasih kepada seluruh personel Satgas TMMD yang terus berjuang demi warga kami. Semoga pengeboran di titik kedua ini juga berjalan lancar dan menghasilkan air yang layak pakai, sehingga kebutuhan air bersih warga semakin terpenuhi,” ujarnya.

Hingga saat ini, proses pengeboran titik kedua masih berjalan. Setelah selesai dan dinyatakan layak, sumur ini akan segera dapat digunakan oleh warga sekitar. Diharapkan, dari lima titik yang direncanakan, seluruhnya dapat berfungsi optimal dan menjadi warisan yang bermanfaat bagi generasi mendatang.***