BANTEN, TintaKitaNews.com – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0603/Lebak tidak hanya membangun infrastruktur fisik desa, tetapi juga memperkuat fondasi persatuan bangsa. Melalui kegiatan penyuluhan wawasan kebangsaan yang digelar di Balai Warga Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak pada Selasa (20/10/2026), masyarakat diajak kembali menanamkan nilai-nilai kebangsaan sebagai perekat kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan yang menghadirkan Serma Budi, Bintara Staf Teritorial Kodim 0603/Lebak sebagai narasumber, dihadiri warga dari berbagai lapisan masyarakat desa. Penyuluhan ini menjadi bagian penting dari sasaran nonfisik TMMD ke-130 yang bertujuan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa keberagaman adalah kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama.
Dalam penyampaiannya, Serma Budi menekankan bahwa Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar semboyan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap gotong royong, saling menghormati, dan mengutamakan kepentingan bersama. “Wawasan kebangsaan menjadi benteng agar masyarakat mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana, terhindar dari konflik, dan menjaga lingkungan tetap aman serta kondusif di tengah berbagai tantangan zaman,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat jelas dari tingginya partisipasi dalam kegiatan tersebut. Bapak Padma (65), Ketua RT 01 Desa Citorek Barat yang juga seorang petani, menyambut baik adanya penyuluhan ini. “Kegiatan seperti ini penting bagi masyarakat agar kita semakin memahami arti persatuan, menjaga kerukunan, dan saling membantu sesama warga. Kami berharap kegiatan TMMD seperti ini terus memberikan manfaat, bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga pengetahuan bagi warga,” ungkapnya.
Penyuluhan wawasan kebangsaan menjadi bukti bahwa pembangunan desa yang sesungguhnya mencakup dua aspek sekaligus, yakni memadainya sarana-prasarana dan kokohnya persatuan di tengah masyarakat. Ketika pemahaman kebangsaan berjalan seiring dengan semangat gotong royong, masyarakat tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga tumbuh bersama dalam keharmonisan dan tanggung jawab menjaga keutuhan bangsa.***
