LEBAK, TintaKitaNews.com – Seluruh Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Curugbitung dipastikan mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kabupaten Lebak yang akan digelar pada 26 September 2026. Kesiapan ini menegaskan komitmen dunia pendidikan di wilayah tersebut untuk melestarikan bahasa daerah sekaligus mengasah kemampuan berbahasa peserta didik.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Curugbitung, Jaenudin, menyampaikan persiapan seluruh sekolah telah matang menjelang pelaksanaan ajang tersebut.
“Seluruh SD di Kecamatan Curugbitung siap berpartisipasi dalam FTBI tingkat Kabupaten Lebak pada 26 September nanti. Kami memandang festival ini bukan sekadar lomba, melainkan wadah untuk menanamkan cinta anak-anak terhadap bahasa ibu serta kearifan lokal sejak dini,” ujar Jaenudin, Kamis (17/9/2026).
Ketua Panitia FTBI Kecamatan Curugbitung, Sanusi Hidayat, menjelaskan tahap seleksi di tingkat kecamatan telah berjalan lancar dan menghasilkan peserta-peserta terbaik yang akan membawa nama daerah ke ajang kabupaten.
“Tahap penyaringan di tingkat kecamatan sudah kami lalui dengan tertib. Kami memilih peserta yang tidak hanya unggul dalam kemampuan berbahasa, tetapi juga memahami makna dan nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Harapan kami, mereka dapat tampil mewakili Curugbitung dengan bangga dan menjunjung tinggi budaya daerah,” jelas Uci.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Curugbitung, Soleh, menambahkan para pendidik telah membimbing peserta secara intensif guna menjamin penampilan terbaik sekaligus menjunjung tinggi sportivitas.
“Kami para guru siap mendampingi dan membimbing anak-anak. Semangat mereka sudah terlihat tinggi. Kami berharap mereka tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga menjaga adab dan nama baik kecamatan,” ungkap Soleh.
Kepala Sekolah SDN 2 Curugbitung, Ade Suhendar, memastikan pihaknya memberikan dukungan penuh melalui berbagai kegiatan latihan dan pembinaan agar siswa siap bersaing sehat dengan peserta dari kecamatan lain.
“Kami ingin anak-anak mencintai warisan budaya dan bahasa sekaligus melatih kepercayaan diri mereka tampil di panggung yang lebih luas. Semoga persiapan ini membuahkan hasil membanggakan,” kata Ade Suhendar.
Diketahui, FTBI merupakan kegiatan rutin yang bertujuan menjaga kelestarian bahasa daerah serta meningkatkan kemampuan literasi dan ekspresi siswa di tingkat pendidikan dasar. Kini para peserta terbaik akan mewakili Curugbitung bersaing di tingkat kabupaten pada akhir September ini.***
