SERANG, TintaKitaNews.com – Beredarnya kabar dugaan fitnah dan pencemaran nama baik yang berujung laporan ke polisi di Desa Bojot, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, memunculkan sejumlah keterangan dari warga yang mendengar cerita tersebut. Salah satunya disampaikan oleh Suryadi yang mengklarifikasi asal-usul informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Peristiwa bermula dari kabar yang tersebar di lingkungan Kampung Pasir Sempur RT 16/RW 02, Desa Bojot, mengenai dugaan adanya seseorang yang diduga memasuki rumah salah satu warga pada malam hari dengan maksud melakukan pelecehan terhadap istri pemilik rumah. Informasi itu pertama kali disampaikan oleh SM yang juga merupakan suami dari perempuan yang diduga menjadi korban kepada sejumlah warga.

Menurut penuturan Suryadi, cerita itu disampaikan langsung oleh SM kepadanya pada Minggu, 19 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, Suryadi mengaku sama sekali tidak mengetahui persoalan tersebut hingga SM datang menceritakannya.

“Menurut penjelasan SM kepada saya, istrinya, datang ke rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB dan menanyakan ciri-ciri orang yang masuk ke rumah. Setelah dijelaskan ciri-cirinya memakai celana pendek biru dan sweter hitam, istrinya kemudian menyebut salah seorang dan langsung menangis,” ujar Suryadi, mengulang kembali cerita yang disampaikan SM kepadanya.

Sementara itu, Rohedi yang akrab disapa Riko juga mengaku menerima cerita serupa dari SM. Saat dikonfirmasi, Riko membenarkan bahwa SM mendatanginya seusai salat Magrib setelah sebelumnya menghubungi melalui pesan WhatsApp.

“SM mengaku merasa heran setelah istrinya menerima pesan WhatsApp. Menurut cerita SM, dalam pesan tersebut orang yang diduga itu menyampaikan keinginan untuk datang ke rumah dan meminta minum, sementara saat itu SM sedang tidak berada di rumah,” terang Riko.

Suryadi maupun Riko menegaskan bahwa keterangan yang mereka sampaikan murni merupakan informasi yang mereka dengar langsung dari Suemi. Keduanya menyatakan tidak memiliki maksud untuk menyebarkan fitnah ataupun mencemarkan nama baik pihak mana pun dan menyatakan siap memberikan keterangan lebih lanjut apabila diminta oleh aparat penegak hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya mengonfirmasi pihak yang disebut dalam cerita tersebut melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon guna memperoleh tanggapan dan klarifikasi. Namun, belum ada jawaban atau tanggapan yang diterima. Awak media masih terus berupaya menjangkau pihak-pihak terkait.