LEBAK, TintaKitaNews.com – Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan Banten I (Kabupaten Pandeglang dan Lebak), Arif Rahman, S.H., melaksanakan kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di wilayah Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (1/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lembur Sawah Pasir, RT 08 RW 10 tersebut dihadiri ratusan warga yang sebagian besar menyampaikan berbagai kendala krusial di sektor pertanian. Berbagai masukan yang mengemuka meliputi perbaikan jaringan irigasi, pengadaan alat dan mesin pertanian seperti traktor, penyediaan pompa air, hingga penanganan dampak musim kemarau yang menyebabkan kekeringan dan gagal panen.

Arif Rahman menegaskan bahwa pelaksanaan reses merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota dewan untuk mendengar secara langsung kebutuhan riil masyarakat sebelum memperjuangkannya di tingkat pusat.

“Kami hadir di sini untuk menerima aspirasi secara langsung. Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam menyampaikan kebutuhan mereka. Seluruh masukan ini akan kami bawa ke DPR RI agar diwujudkan menjadi program yang benar-benar bermanfaat,” ujar Arif Rahman di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan bahwa keluhan dominan berkaitan dengan ketersediaan air. Perubahan iklim dan fenomena El Nino membuat musim kemarau berlangsung lebih panjang, sehingga pasokan air ke lahan pertanian berkurang drastis dan merugikan petani.

Menanggapi hal tersebut, Arif menyampaikan bahwa DPR RI telah mendorong pemerintah pusat menyiapkan sejumlah solusi strategis, antara lain pembangunan sumur pertanian, penyediaan pompa irigasi, serta pembangunan jaringan perpipaan dari sumber air menuju areal persawahan. Dalam dialog dengan warga, ia juga meminta masukan mengenai lokasi sumber air yang tersedia guna menyusun program yang tepat sasaran.

Selain infrastruktur pertanian, Arif Rahman juga mendorong penguatan program asuransi pertanian sebagai bentuk perlindungan bagi petani yang mengalami kerugian akibat kekeringan, bencana alam, maupun risiko gagal panen.

Ia juga menyoroti masih banyak kelompok tani yang belum terdaftar secara resmi. Padahal, pendataan yang lengkap melalui penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian menjadi syarat utama agar bantuan seperti pompa irigasi, alat pertanian, hingga pupuk bersubsidi dapat disalurkan dengan tepat sasaran.

“Pemerintah pusat sudah menyiapkan berbagai dukungan, namun penyalurannya belum maksimal jika data kelompok tani belum lengkap. Kami mendorong dinas terkait segera melengkapi data tersebut agar manfaatnya sampai ke tangan petani yang membutuhkan,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Arif Rahman menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat Pandeglang dan Lebak, guna meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, serta memajukan sektor pertanian di wilayah Banten.