LEBAK, TintaKitaNews.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lebak memperkenalkan inovasi pengelolaan limbah yang mengubah persoalan sampah organik menjadi peluang ekonomi nyata bagi warga, Selasa (21/7/2026). Inovasi berupa sistem pertanian terpadu berbasis budidaya maggot lalat Black Soldier Fly (BSF) disampaikan langsung Kepala DLH Lebak, Irvan Suyatufika, saat menerima kunjungan silaturahmi masyarakat di kantor dinas.
Irvan menjelaskan, metode ini menjawab sekaligus dua tantangan utama di daerah, yaitu penumpukan sampah yang mengganggu lingkungan serta kebutuhan peningkatan pendapatan warga.
“Lalat BSF bukan hama, melainkan pengurai alami yang kita manfaatkan secara cerdas. Sampah sisa makanan hingga limbah pertanian yang biasanya menumpuk dan berbau, dalam hitungan hari akan diubah maggot menjadi pakan ternak bernutrisi tinggi serta pupuk kompos berkualitas,” tegas Irvan.
Dalam sistem terpadu yang ditawarkan, hasil budidaya maggot dapat langsung dimanfaatkan sebagai pakan unggas, ikan, maupun hewan ternak lainnya. Sisa hasil penguraian limbah pun berubah menjadi kompos siap pakai untuk lahan pertanian, sehingga menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan tanpa menyisakan limbah tambahan.
Irvan juga memastikan masyarakat bahwa budidaya ini aman diterapkan di lingkungan pemukiman. “Lalat BSF tidak menggigit, tidak menularkan penyakit, dan justru tidak akan berkembang biak di lingkungan yang tidak terawat dengan baik,” tambahnya.
Inovasi ini mendapatkan respon positif dari warga. Rosyad, salah satu warga yang hadir dalam kunjungan tersebut, mengaku sebelumnya hanya mendengar sekilas tentang metode ini dan takjub mengetahui manfaat nyatanya.
“Selama ini kami mengira sampah hanya masalah yang harus dibuang, ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis. Jika nanti ada pendampingan yang memadai dari dinas, kami siap mencoba menerapkannya di lingkungan maupun lahan yang kami miliki,” ujar Rosyad.
