SERANG, TintaKitaNews.com – Gubernur Banten Andra Soni berkomitmen mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi pengemudi ojek daring (ojol) roda dua maupun roda empat di wilayahnya. Melalui sejumlah skema, Pemerintah Provinsi Banten segera merumuskan kebijakan konkret untuk menjawab tuntutan para pengemudi.
Komitmen tersebut disampaikan Andra saat menerima audiensi perwakilan ojol di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, Rabu (1/7/2026). Turut hadir mendampingi Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Sekretaris Daerah Deden Apriandhi, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Banten.
Sejumlah persoalan mendesak yang disampaikan para pengemudi meliputi akses parkir gratis di pusat perbelanjaan, hotel dan tempat pelayanan publik, tingginya harga kebutuhan pokok di tengah penurunan pendapatan, perlindungan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan serta peran pemerintah sebagai jembatan komunikasi dengan pihak aplikator.
Merespons tuntutan terkait akses parkir, Andra mengakui hal tersebut selama ini menjadi sumber retribusi bagi pemerintah kabupaten/kota. Namun, pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan pengelola fasilitas umum guna menyediakan fasilitas khusus.
“Kita akan minta secara langsung ke pengelola, setidaknya menyiapkan loading dock yang keamanannya terjamin khusus untuk ojol. Itu aksi cepatnya,” ujar Andra.
Menurutnya, penyediaan fasilitas tersebut tidak hanya menguntungkan pengemudi, melainkan juga memudahkan operasional pedagang di dalamnya sehingga tercipta hubungan saling menguntungkan. “Ini usulan positif. Pak Sekda, segera bentuk tim dan turun langsung ke lokasi-lokasi tersebut,” tegasnya.
Terkait beban ekonomi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok, Gubernur menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menggencarkan program pangan murah khusus bagi pengemudi ojol, mencakup beras, minyak goreng, telur dan komoditas lainnya.
“Program ini tidak harus dilaksanakan setiap hari, namun yang terpenting penyalurannya tepat sasaran. Jangan sampai ada pihak yang mengatasnamakan ojol untuk mendapatkan sembako murah ini,” imbau Andra.
Untuk aspek perlindungan sosial, Andra menegaskan Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran tahun ini bagi 700 pekerja rentan sejalan dengan Perda Perlindungan Pekerja Rentan yang telah disahkan. “Rekan-rekan ojol akan kita masukkan ke dalam daftar penerima manfaat ini,” jelasnya.
Sementara untuk jaminan kesehatan, rumah sakit milik pemerintah di Banten sebagian besar telah menerapkan cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage. Masyarakat yang masuk kategori desil 5 ke bawah akan mendapatkan jaminan pelayanan kesehatan secara otomatis.
Andra juga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak di seluruh wilayah Banten dalam kondisi aman dan terjamin.
Sebagai informasi tambahan, Pemprov Banten saat ini juga telah menjalankan program pendidikan gratis tingkat SMA, SMK dan Sekolah Khusus di 801 sekolah swasta mitra yang memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Program ini terbuka bagi seluruh warga, termasuk anak-anak pengemudi ojol yang tidak diterima di satuan pendidikan negeri.
“Bagi rekan-rekan yang anaknya tidak keterima di sekolah negeri, bisa masuk ke sekolah swasta yang sudah bekerjasama dengan kami. Semuanya gratis,” pungkas Andra.

Tinggalkan Balasan