SERANG, TintaKitaNews.com – Penertiban bangunan liar di sepanjang Jalan Raya Serang–Jakarta, Kampung Citawa, Desa Kibin, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, pada Kamis (11/6/2026) menuai sorotan. Pasalnya, dugaan perlakuan berbeda muncul setelah terlihat satu lapak besi tua tidak ikut dibongkar, padahal bangunan lain di sekitarnya diratakan petugas.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, alat berat yang disiapkan untuk pembongkaran sempat diarahkan menuju lapak besi tua tersebut. Namun, menjelang pelaksanaan, pekerjaan tiba-tiba dihentikan dan dialihkan ke bangunan lain di sebelahnya.
“Kami melihat langsung alat berat bergerak ke arah lapak itu, tapi tiba-tiba dihentikan dan dipindahkan ke kios sebelah. Padahal semua bangunan di kanan dan kirinya dibongkar habis,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya dirahasiakan kepada media, Jumat (12/6/2026).
Keluhan senada disampaikan Bejo (bukan nama sebenarnya), pemilik bangunan yang turut dibongkar. Ia menilai penegakan aturan harus dilakukan secara adil dan tanpa pandang bulu.
“Kalau alasannya melanggar aturan, semuanya harus dibongkar tanpa terkecuali. Jangan sampai timbul kesan ada bangunan yang mendapat perlakuan istimewa,” tegasnya.
Keberadaan lapak yang masih utuh di tengah puing-puing bangunan lain dinilai memicu spekulasi negatif di masyarakat. Warga menduga adanya praktik tebang pilih dalam pelaksanaan penertiban tersebut.
“Wajar kalau kami bertanya-tanya. Kenapa yang satu ini dibiarkan berdiri sendiri? Ini memunculkan pertanyaan besar di hati masyarakat,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kecamatan Kibin dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Serang segera memberikan penjelasan resmi dan terbuka terkait alasan lapak tersebut tidak dibongkar. Mereka juga menuntut agar penertiban ke depannya dilaksanakan secara transparan, konsisten, dan berlaku sama bagi seluruh pelanggar tanpa membedakan status pemilik maupun jenis usahanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi atas peristiwa tersebut dan awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan