LEBAK, TintaKitaNews.com – Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kabupaten Lebak, Selasa (9/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Manajemen Konflik dan Kesehatan Mental dalam Lingkungan Pendidikan” ini bertujuan membekali para guru dengan kemampuan mengelola dinamika kerja serta menjaga kesejahteraan psikologis di tengah tuntutan tugas yang semakin beragam.
Kepala Sekolah SDN 2 Leuwidamar, Anwar, S.Pd., menyampaikan bahwa partisipasi sekolah dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah. Menurutnya, manajemen konflik dan kesehatan mental menjadi dua aspek krusial yang sering kali kurang mendapatkan perhatian, padahal sangat berpengaruh pada kinerja dan kenyamanan dalam mengajar.
“Konflik dalam lingkungan pendidikan bisa terjadi antara sesama pendidik, dengan orang tua siswa, maupun antara guru dan peserta didik. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa menimbulkan ketegangan yang mengganggu proses belajar mengajar. Di sisi lain, beban kerja dan tekanan yang ada juga berisiko memengaruhi kesehatan mental para pendidik. Oleh karena itu, materi yang disampaikan dalam webinar ini sangat relevan dan kami butuhkan,” ujar Anwar saat diwawancarai usai kegiatan.
Dalam pemaparannya, narasumber dari PGRI Kabupaten Lebak menjelaskan berbagai strategi penyelesaian konflik yang konstruktif, mulai dari pendekatan komunikasi yang efektif hingga penyelesaian masalah berbasis musyawarah. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda gangguan kesehatan mental, cara mengelola stres, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi.
Anwar menambahkan, setelah mengikuti kegiatan ini, pihak sekolah akan mendorong penerapan materi yang telah didapatkan dalam praktik sehari-hari. Ia berharap, seluruh tenaga pendidik di SDN 2 Leuwidamar dapat menjadi pribadi yang tangguh, mampu menyelesaikan perbedaan pendapat dengan bijak, serta tetap menjaga kesehatan mental agar dapat memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi para siswa.
“Kami berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, sehat, dan kondusif. Kesejahteraan guru adalah kunci keberhasilan pendidikan. Jika guru merasa nyaman dan sehat secara mental, maka semangat mengajar akan meningkat, dan dampaknya akan terasa langsung pada kemajuan belajar siswa,” tegas Anwar.
Kegiatan webinar ini diikuti oleh ratusan pendidik dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah Kabupaten Lebak. PGRI Kabupaten Lebak berencana menjadikan topik manajemen konflik dan kesehatan mental sebagai agenda rutin dalam program pengembangan kompetensi guru, mengingat pentingnya isu tersebut bagi keberlangsungan dunia pendidikan yang berkualitas.
Ke depannya, SDN 2 Leuwidamar juga berencana mengadakan kegiatan serupa secara internal agar materi yang telah diterima dapat dipahami lebih mendalam dan diterapkan secara menyeluruh di lingkungan sekolah.

Tinggalkan Balasan