LEBAK, TintaKitaNews.com –  Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi menyalurkan bantuan sebanyak 220.000 butir benih kelapa unggul kepada kelompok tani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Penyaluran ini menjadi langkah konkret pelaksanaan program hilirisasi pertanian yang digalakkan pemerintah pusat, dengan tujuan utama meningkatkan produktivitas sekaligus nilai ekonomi komoditas kelapa di wilayah Kabupaten Lebak.

Penyerahan simbolis bantuan dilakukan oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P., kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Makmur, di Desa Sindang Sari, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, pada Jumat (22/5/2026). Alokasi benih tersebut disiapkan khusus untuk pengembangan lahan pertanian seluas 2.000 hektare.

Dalam sambutannya, Dr. Iim Mucharam menegaskan bahwa intervensi di sektor hulu ini merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memperkuat rantai pasok dan nilai tambah produk pertanian nasional. Menurutnya, kelapa adalah komoditas dengan potensi ekonomi yang sangat besar, namun hingga saat ini pemanfaatannya belum berjalan secara maksimal. Oleh sebab itu, penanganan serius sejak tahap pembibitan menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Kualitas benih adalah kunci keberhasilan di hulu. Kami pastikan benih yang disalurkan merupakan varietas unggul yang adaptif dengan kondisi lahan di Lebak, sehingga nantinya dapat menghasilkan produk berkualitas yang siap diolah lebih lanjut di industri hilir. Tujuannya jelas, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah,” ujar Dr. Iim di lokasi acara.

Ia menambahkan, alokasi sebanyak 220.000 benih untuk lahan seluas 2.000 hektare tersebut menjadi modal besar bagi para petani. Kementerian juga memastikan pendampingan teknis akan berjalan secara berkelanjutan, guna menjamin proses penanaman hingga pemeliharaan berjalan sesuai standar yang ditetapkan, sehingga target produksi dan mutu hasil panen dapat tercapai.

“Kami akan memastikan pendampingan teknis berjalan terus agar penanaman dan pemeliharaan berjalan sesuai standar, sehingga target produksi dan mutu dapat tercapai. Dalam program ini, petani tidak hanya mendapatkan benih, tetapi juga pupuk serta uang HOK untuk pembuatan lubang tanam dan kegiatan penanaman,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pertanian menyambut baik langkah strategis tersebut. Apresiasi dan ucapan terima kasih disampaikan kepada Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan, atas penyusunan dan pelaksanaan program pengembangan kelapa di wilayahnya. Pemerintah daerah meyakini program ini akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi para petani setempat.

Acara penyerahan bantuan ini turut dihadiri Kepala Balai Pengembangan dan Pengujian Mutu Benih Perkebunan (BRMP) Provinsi Banten serta perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Banten. Kehadiran unsur pemerintahan dari tingkat pusat hingga daerah menegaskan adanya komitmen bersama untuk mengawal program sesuai arahan Menteri Pertanian, mulai dari tahap persiapan, pemeliharaan, hingga pasca panen demi kemajuan sektor pertanian dan perkebunan di Banten.

Sementara itu, perwakilan Gapoktan Karya Makmur menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah. Pihaknya berjanji akan mengelola bantuan tersebut secara maksimal serta mengikuti seluruh arahan teknis dari penyuluh lapangan demi keberhasilan program yang telah dirancang.

Program hilirisasi ini dirancang secara menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada penyediaan sarana produksi, tetapi juga mencakup pengembangan sistem pasca panen dan pengolahan hasil. Melalui skema ini, produk kelapa asal Lebak diharapkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi, daya saing yang kuat, serta mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ke depannya, Kementerian Pertanian berencana memperluas program serupa ke daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki potensi perkebunan kelapa yang besar. Langkah ini diambil guna memaksimalkan kontribusi komoditas kelapa bagi pertumbuhan perekonomian nasional.