“Seminar Nasional JSN Bahas Strategi Capai Target Pertumbuhan 8% Tahun 2026”
JAKARTA, TintaKitaNews.com – Pelaku usaha UMKM Robby Hablil Huda menilai sektor swasta memiliki peran vital sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari aktivitas investasi, produksi, dan inovasi yang dilakukan oleh para pelaku usaha.
“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting. Jika regulasi mendukung dan ekosistem bisnis semakin sehat, maka sektor swasta akan mampu berkontribusi lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya dalam Seminar Nasional bertajuk “Navigasi Arah Ekonomi Indonesia 2026: Resiliensi, Peluang, dan Tantangan Menuju Pertumbuhan 8%” yang digelar Jaringan Santri Nusantara (JSN) di Jember, Kamis (12/3/2026).
Robby mendorong terciptanya iklim usaha yang lebih kondusif melalui penyederhanaan regulasi, kemudahan perizinan, serta akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha. Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia yang memiliki potensi besar meningkatkan daya serap tenaga kerja dan memperluas basis ekonomi nasional. Selain itu, sektor ekonomi digital, industri kreatif, dan pengembangan industri berbasis teknologi dinilai sebagai peluang besar untuk akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Ketua Bidang Ekonomi & Kewirausahaan JSN Ibnul Mu’ad menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun kekuatan ekonomi bangsa. Ia menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausahawan baru untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.
“Jika Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka kita harus memperbanyak jumlah pengusaha. Negara maju biasanya memiliki persentase pengusaha yang tinggi dalam struktur ekonominya,” ucap Ibnul Mu’ad.
Ia menambahkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi masa depan, terutama di era transformasi digital. Ekosistem kewirausahaan perlu diperkuat melalui dukungan pendidikan kewirausahaan, akses permodalan, dan pembinaan berkelanjutan.
Di sisi lain, Pengamat ekonomi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember Ach. Barocky Zaimina menekankan pentingnya memperkuat resiliensi ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat, namun untuk mencapai target pertumbuhan 8 persen diperlukan langkah strategis seperti peningkatan produktivitas sektor industri, penguatan hilirisasi sumber daya alam, dan percepatan transformasi digital.
“Stabilitas politik yang terjaga serta regulasi yang jelas dan tidak berubah-ubah akan memberikan sinyal positif bagi investor. Ketika kepastian hukum dan kebijakan ekonomi terjamin, maka arus investasi akan lebih mudah masuk dan berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan