KEDIRI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri Kanwil Kemenkumham Jawa Timur masih membuka layanan kunjungan tatap muka bagi warga binaan di hari raya ke-empat Idul Fitri 1444 H. Sabtu, (13/4/2024).
Jajaran Petugas Lapas Kelas IIA Kediri tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung dan warga binaan dengan menerapkan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun). Bahkan, tidak hanya itu, hiburan berupa Live Musik juga disediakan.
Live Music tersebut diisi oleh penampilan dari New Birawa Band dari kumpulan warga binaan pemasyarakatan yang mempunyai minat dan bakat di seni musik dan merupakan dari pembinaan kepribadian bidang seni & musik. Selain itu, Lapas Kediri juga memperbolehkan bagi keluarga WBP yang ingin menyumbangkan lagu saat kunjungan berlangsung, seperti hari ini terlihat beberapa keluarga atau pengunjung turut bernyanyi yang tentunya ini menambah suasana gembira.
Semua itu dilakukan untuk memberikan kesan yang nyaman kepada pengunjung maupun warga binaan. Pada hari keempat ini juga, antusias pengunjung masih terlihat seperti di hari pertama dan kedua, ditandai dengan ramainya ruang layanan kunjungan.
Dari pantauan, tampak suasana haru dan bahagia menyelimuti momen tersebut dimana saat keluarga bertemu dengan warga binaan yang berada di dalam Lapas dan dapat bercengkrama secara langsung serta berbagi cerita dan tawa di hari yang penuh kemenangan.
Disela-sela kesibukannya ketika melakukan pemantauan, Plt Kalapas Kediri Budi Ruswanto menyampaikan pihaknya selalu berupaya memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi keluarga Warga Binaan.
“Dibalik keterbatasan yang dimiliki Lapas Kediri tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat maupun warga binaan kami” ungkapnya.
Budi menambahkan, layanan kunjungan tatap muka hari raya Idul Fitri hari ke-empat ini berlangsung aman dan kondusif dengan pengawasan regu pengamanan, dan jajaran petugas staf.
“Hal ini sesuai arahan Kakanwil Kemenkumham Jatim Heni Yuwono, penyelenggaraan pembinaan kemandirian didalam Lapas bertujuan untuk mengoptimalkan seluruh kemampuan warga binaan dan membuka peluang partisipasi serta edukasi bagi warga binaan lain sehingga terbangun produk pembinaan kemandirian yang menghasilkan citra positif penyelenggaraan sistem pemasyarakatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan