SIBOLGA, TintaKitaNews.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga bersama Aparat Penegak Hukum (APH) melaksanakan razia gabungan pemeriksaan kamar hunian warga binaan pada Sabtu (26/9/2026). Dari penggeledahan menyeluruh terhadap 31 kamar, tidak ditemukan narkoba maupun ponsel ilegal, meskipun sejumlah barang tidak sesuai aturan tetap diamankan.
Kegiatan dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga, Tri Purnomo, dan melibatkan jajaran pejabat, staf, regu pengamanan, serta personel Kodim 0211/Tapanuli Tengah dan Lanal Sibolga. Razia ini ditujukan untuk mencegah peredaran barang terlarang serta memperkuat keamanan dan ketertiban lingkungan pemasyarakatan, sekaligus menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait deteksi dini gangguan kamtib.
Meski bebas dari narkoba dan HP ilegal, petugas menemukan sejumlah barang yang melanggar tata tertib Lapas. Barang-barang tersebut telah diamankan, diinventarisasi, dan akan dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tri Purnomo menegaskan hasil ini menunjukkan lingkungan Lapas Sibolga relatif terkendali, namun pihaknya tidak akan melonggarkan pengawasan.
“Hasil penggeledahan hari ini, kami tidak menemukan adanya narkoba maupun handphone ilegal. Namun, kami tetap mengamankan sejumlah barang yang tidak sesuai dengan tata tertib. Ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus menjaga Lapas Sibolga tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Tri Purnomo.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan sinergi dari unsur TNI dan lembaga terkait. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi menjadi kunci utama menjaga keamanan di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Kodim 0211/Tapanuli Tengah dan Lanal Sibolga yang telah hadir dan bersinergi. Dukungan ini sangat penting dalam memperkuat deteksi dini serta menjaga ketertiban,” ungkapnya.
Tri Purnomo menambahkan bahwa pengawasan dan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala guna mencegah masuknya barang terlarang serta memastikan program pembinaan warga binaan berjalan optimal. Kegiatan razia berlangsung aman, tertib, dan tanpa insiden.***
