TANJUNG PURA – Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Tanjung Pura, Fransisco Pandia, S.H., M.H., menegaskan komitmennya menjalankan tugas kepemimpinan berdasarkan prinsip kesetaraan dan pelayanan yang humanis bagi semua pihak, tanpa memandang latar belakang maupun status sosial. Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi insan pers di ruang kerjanya, Kamis (4/6/2026).

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan ini bertujuan mempererat sinergi serta hubungan kerja sama antara pihak Rutan dengan media massa. Sebagai mitra strategis, pers dinilai memiliki peran penting dalam penyebaran informasi yang edukatif dan membangun persepsi positif masyarakat terhadap lembaga pemasyarakatan.

Dalam pertemuan tersebut, Fransisco Pandia menyampaikan bahwa arah kebijakan dan pengelolaan Rutan Kelas IIB Tanjung Pura berpedoman pada program kerja yang ditetapkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto. Di samping itu, ia menekankan prinsip dasar yang selalu dipegang teguh dalam setiap tindakannya.

“Bagi saya, setiap manusia itu sama. Saya tidak pernah melihat tinggi atau rendahnya status sosial seseorang. Baik itu pejabat, masyarakat biasa, rekan media, hingga para warga binaan di dalam Rutan, semuanya wajib kita hargai dan layani dengan humanis,” ujar Fransisco.

Menurutnya, sikap inklusif dan tidak membeda-bedakan orang merupakan kunci utama dalam membangun komunikasi yang sehat, baik di lingkungan internal instansi maupun dalam hubungan dengan pihak eksternal. Pendekatan tersebut dinilai krusial untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif serta hubungan kemitraan yang saling percaya.

Lebih lanjut, Fransisco menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap peran media massa. Ia menegaskan bahwa Rutan Kelas IIB Tanjung Pura senantiasa menjaga keterbukaan informasi guna mendukung transparansi kinerja instansi. Media dipandang sebagai mitra penting dalam menyebarluaskan berbagai program pembinaan yang dilaksanakan, serta membantu masyarakat memahami proses perbaikan diri yang dijalani warga binaan.

“Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Pura selalu terbuka untuk ruang diskusi dan konfirmasi yang berimbang. Kemitraan strategis informasi yang edukatif dari media membantu membentuk persepsi positif masyarakat terhadap warga binaan yang sedang berproses menjadi pribadi yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan wartawan yang hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Aswani Hafit, Novian Harhara Sembiring, dan Riacard Aritonang, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keterbukaan yang ditunjukkan pimpinan Rutan.

Mereka menilai sosok Fransisco Pandia sebagai pemimpin yang rendah hati dan tidak mengenal sekat sosial, sehingga memberikan rasa hormat dan kenyamanan bagi setiap pihak yang berinteraksi. Gaya kepemimpinan yang humanis tersebut diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kemajuan lembaga pemasyarakatan di wilayah Tanjung Pura.

“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan Bapak Fransisco Pandia. Sosok beliau yang rendah hati dan tidak memandang sekat sosial membuat kami merasa sangat dihormati. Kepemimpinan yang humanis seperti ini tentu membawa dampak yang sangat positif,” ungkap para wartawan.

Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk terus menjalin kerja sama yang erat demi mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan yang transparan, akuntabel, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.