SERANG – Personalia CV ANRU diduga melakukan intervensi terhadap Karyawan yang mengalami kecelakaan kerja beberapa waktu lalu. Insiden tersebut mengakibatkan kedua jari warga Desa Bojot, Kecamatan Jawilan itu pun terpotong.
Menurut keterangan Korban kecelakaan kerja, Somad ketika di temui di kediamannya, Senin (5/5/2025) menyampaikan bahwa CV ANRU melalui Personalianya bernama Asrul mendatanginya dan meminta agar permasalahan kecelakaan kerja ini tidak sampai diributkan, karena perusahaan akan memberikan haknya sesuai aturan.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut, kata Somad, Asrul pun memberikan dua pilihan kepadanya, yaitu proses cepat atau menunggu sembuh aktif bekerja kembali.
Proses pilihan ke satu, bisa cepat diberikan haknya namun ironisnya ada perkataan tidak logis yang diutarakan kepada Somad. Kemudian untuk yang ke dua, lambat bekerja tapi kembali kerja dan di berikan haknya.
“Iya tadi Pak Asrul (Personalia,-red) dateng nemuin saya di rumah sakit Kartini Rangkasbitung meminta agar masalah ini tidak diributkan. Saya pun ngomong kenpa kemarin saudara saya kesitu Pak Asrul tidak nemuin. Katanya sih, Pak Asrul ini tidak mau bertemu dengan Ormas Pemuda Pancasila dan nemuin Media,” kata Somad.
“Kemudian Asrul juga mengatakan kepada Saya mengenai persoalan tanggung jawab bisa saja kalau mau cepat minggu besok pun bisa dan mau di mana atau di rumah saya nanti tinggal telepon Polisi untuk jadi saksi namun kamu kedepannya akan susah,” sambung Somad menirukan Personalia CV ANRU bernama Asrul.
Sementara untuk keberimbangan mengenai keterangan tersebut, Awak media mencoba mengkonfirmasi Asrul melalui kontak WhatsAppnya. Alhasil, sangat disayangkan karena nomor kontak Awak media diduga telah di blokir. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya foto profil WhatsApp Asrul, padahal tiga hari kebelakang foto profil masih nampak dan di telepon pesan yang dikirim masih bisa terhubung walaupun tidak dibalas.
Di sisi lain, Wakil ketua Pemuda Pancasila Kecamatan Jawilan, Ujep mengecam keras atas intervensi yang dilakukan oleh pihak perusahaan.
Ia menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya ke CV ANRU beberapa waktu lalu sudah sesuai SOP yakni dengan mengirimkan surat dan meminta waktu untuk bertemu pihak peruahaan maupun perwakilan CV ANRU secara baik-baik.
“Kedatangan kami ke CV ANRU sudah sesuai SOP dengan melayangkan surat dan meminta waktu bahkan tempatnyapun kami minta di perusahan bukan diluar. Pada saat kami ngobrol dengan perwakilan perusahan pun santai tidak ada sedikitpun nada kami yang dapat memicu kegaduhan. Bahkan kami pun dengan senang hati memberikan waktu karena di waktu itu perwakilan perusahaan meminta waktu untk menyampaikan ke pihak Personalia meskipun hingga kini kami belum mendapatkan kabar. Parahnya setelah ada kabar dari Pak Asrul malah kabar seperti itu (intervensi),” terang Ujep saat ditemui di Sekretariat PAC PP Jawilan.
Lebih lanjut, Ujep juga meminta Personalia CV ANRU bernama Asrul agar Klarifikasi atas ucapannya yang tidak mau menemuai Ormas PAC Pemuda Pancasila Jawilan dan pihak Media, karena apabila dibiarkan dikhawatirkan menjadi asumsi liar kepada Publik.
“Saya tegaskan kepada pihak perusahan khususnya Pak Asrul sebagai personalia CV ANRU untuk segera klarifikasi atas ucapan yang di sampaikan kepada pihak korban jangan sampai ucapan tersebut memicu dan menjadi asumsi liar publik,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Organisasi Masyarakat Pemuda Pancasila Pimpinan Anak Cabang (Ormas PP PAC) Kecamatan Jawilan, menyikapi adanya aduan warga yang baru saja mengalami kecelakaan kerja di CV ANRU yang beralamat di Jalan raya Cikande-Rangkasbitung KM 13. Insiden tersebut terjadi pada tanggal 10 April 2025 lalu.
Diketahui Korban bernama Somad, Warga Kampung Pasir Sempur, Desa Bojot, Kecamatan Jawilan mengalami dua jari pada lengannya terpotong mesin produksi.
Menurut keterangan Somad, pasca insisden terjadi sampai saat ini tidak ada kebijakan dari pihak perusahaan selama proses perawatan atau penyembuhan di Rumahnya, padahal sebelumnya pihak perusahaan berjanji akan bertanggungjawab.
“Tidak ada (tidak bertanggungjawab,-red), cuma sebelumnya Pak Selamet sudah ngomong ke saya mau di usahakan waktu itu nunggu hari Rabu pas Gajian, tapi sebelum hari Rabu Saya di telpon tidak ada gaji selama saya di rawat dirumah ada juga gaji yang sisa pas sebelum kecelakaan,” kata dia sambil menahan pilu yang dideritanya.

Tinggalkan Balasan