MAGELANG – Kapolsek Windusari Polresta Magelang Polda Jateng AKP Sutarman bersama Bhabinkamtibmas Desa Balesari/Windusari Aiptu M. Amirul M. memberikan penyuluhan kepada siswa-siswi MTs Ma’arif NU Banjarsari. Dalam kegiatan yang diikuti 110 pelajar di madrasah tersebut, disampaikan materi Pencegahan Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkoba, Jumat (21/07/2023).

Tujuan penyuluhan tersebut guna mencegah terjadinya kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Termasuk siswa-siswi MTs Ma’arif NU Banjarsari.

Dalam paparannya, Kapolsek Windusari menyampaikan, masa remaja merupakan masa transisi dalam rentang kehidupan manusia, yaitu menghubungkan masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Pada masa tersebut, umumnya remaja memiliki rasa keingintahuan yang cukup tinggi.

“Ingin tahu itu tentu baik, tetapi juga sangat mengkhawatirkan. Sehingga kalian harus hati-hati jangan sampai terjerumus kepada suatu hal yang negatif atau merugikan. Perbanyak waktu untuk belajar, mengaji, dan melakukan hal-hal yang bermanfaat,” ujar AKP Sutarman.

Dijelaskan AKP Sutarman, faktor utama penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja disebabkan kurangnya pengawasan dari orang tua, kurangnya pemahaman agama, dan pengaruh lingkungan dan ekonomi.

“Lebih baik mendekatan diri kepada Tuhan dengan memahami agama secara benar, memilih lingkungan pergaulan yang baik, melakukan kegiatan positif di sekolah maupun di rumah. Lebih baik belajar atau berolahraga untuk mengembangkan diri dalam menatap masa depan,” pesan AKP Sutarman.

“Gunakan waktu luang untuk bersantai atau melakukan kegiatan positif lainnya bersama keluarga, dan jika memiliki permasalahan, jangan gunakan narkoba. Sebaiknya mengintrospeksi diri dan mencari jalan keluarnya. Jadilah generasi yang bertaqwa dan cerdas, sehingga mudah meraih cita-cita kalian,” lanjutnya.

Di akhir kegiatan, Kepala MTs Ma’arif NU Banjarsari menyatakan bangga dan senang dengan materi yang disampaikan Kapolsek Windusari. Menurutnya, edukasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran hukum sejak dini di kalangan pelajar, sekaligus untuk meminimalkan potensi kenakalan remaja.

“Sebab kondisi kenakalan pelajar memang perlu mendapat perhatian. Belum lagi seks bebas, minum-minuman keras hingga narkoba,” ungkap Nastangin. (Red)