Variasi besar potongan mulai dari Rp500 hingga Rp1 juta pada klaim BPJS Ketenagakerjaan dan pengurusan BPR diduga tidak sesuai mekanisme yang berlaku
LEBAK, BANTEN – Sebagian besar pegawai honorer paruh waktu di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak mengeluhkan adanya pemotongan dana yang dinilai tidak masuk akal pada proses klaim manfaat BPJS Ketenagakerjaan dan pengurusan Biaya Pinjaman Rakyat (BPR). Besaran potongan yang disebut sebagai biaya administrasi menunjukkan variasi signifikan, mulai dari hanya Rp500 hingga mencapai Rp1 juta.
Salah seorang pegawai yang tidak ingin disebutkan namanya mengakui bahwa potongan tersebut tidak sesuai dengan mekanisme yang seharusnya berlaku. “Ketika klaim BPJS cair, semua kami diminta menerima pemotongan. Besarannya sangat bervariasi, ada yang hanya Rp500 tapi juga ada yang mencapai Rp1 juta. Kami bertanya-tanya untuk apa potongan sebesar itu. Kalau hanya ratusan ribu mungkin masih bisa diterima, tapi sampai jutaan rupiah serta yang hanya Rp500 saja tidak rasional,” ujar sumber tersebut kepada awak media pada Senin (9/2).
Kondisi serupa juga terjadi pada proses pengurusan BPR. “Bahkan ketika mengurus BPR, pegawai pun sama dipotong tidak rasional,” tambahnya.
Menurut sumber, pihak yang melakukan pemotongan adalah salah satu staf paruh waktu yang mengurusi urusan administrasi di dinas terkait. “Ya, (pelakunya) sama-sama pegawai paruh waktu,” jelasnya.
Saat dimintai keterangan terkait kasus ini, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Lebak, Yani, terkesan enggan memberikan tanggapan. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi mengenai alasan variasi besarnya potongan serta mekanisme pengurusan yang menjadi dasar penarikan biaya tersebut.
Persoalan ini tengah menjadi sorotan dari aktivis dan pegiat sosial. Awak media masih dalam proses melakukan konfirmasi kepada berbagai pihak terkait, termasuk sekretariat sub bidang kepegawaian Disperindag Kabupaten Lebak, kepala dinas, pihak BPJS Ketenagakerjaan, serta instansi pengelola BPR untuk mendapatkan klarifikasi yang komprehensif.

Tinggalkan Balasan