LEBAK, BANTEN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Girimukti, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak menghadapi kondisi darurat setelah kerusakan bangunan mencapai 75 persen, mengancam kelancaran proses belajar mengajar dan keamanan sekitar 155 siswa yang bersekolah di sana.

Ditemui di lokasi pada Selasa (27/01/2026), Kepala Sekolah Sri Tati Hartati mengungkapkan bahwa kerusakan meliputi seluruh kompleks sekolah. “Ruang kelas sebagian besar memiliki atap bocor, lantai roboh di beberapa titik, dan dinding yang mulai melorot. Bahkan kamar mandi sudah tidak layak pakai sama sekali,” jelasnya. Selain itu, fasilitas lain seperti kantor guru dan perpustakaan juga tidak bisa digunakan dengan baik.

Kerusakan diperkirakan disebabkan oleh usia bangunan yang sudah lebih dari 30 tahun tanpa perbaikan menyeluruh, ditambah dampak cuaca ekstrem yang sering melanda. Akibatnya, siswa terpaksa belajar dalam kondisi tidak memadai, sebagian bahkan harus menggunakan ruang terbuka atau berbagi kelas dengan jumlah yang berlebih.

Andi, salah satu orang tua siswa, berharap pihak dinas pendidikan segera mengambil tindakan konkret untuk menyelesaikan masalah ini. “Kami berharap Dinas Pendidikan segera merealisasikan pembangunan di SDN 2 Girimukti karena menyangkut keselamatan anak bangsa,” katanya.

Menyikapi hal ini, pemerhati pendidikan M.Tantowi menegaskan bahwa kondisi sekolah yang tidak layak pakai bukan hanya masalah fisik, tetapi juga berdampak pada kualitas pendidikan dan motivasi belajar siswa. “Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa perlu adanya pemantauan berkala terhadap infrastruktur pendidikan di daerah pelosok. Selain perbaikan darurat, juga perlu ada perencanaan jangka panjang untuk memastikan semua siswa mendapatkan akses ke fasilitas pendidikan yang aman dan layak,” ujar M.Tantowi.

Ia juga mengimbau agar pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat, untuk segera menangani masalah di SDN 2 Girimukti serta mencegah kasus serupa terjadi di sekolah lain di Kabupaten Lebak.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih dalam proses mengonfirmasi tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi kerusakan bangunan sekolah tersebut.