SERANG – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Serang selama beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir mengepung lima kampung di Desa Pamarayan, Kecamatan Pamarayan. Banjir disebabkan kombinasi curah hujan tinggi dan meluapnya debit air dari Kali Susukan serta Kali Cikambuy, dengan ketinggian air berkisar antara 20 sentimeter hingga 1,5 meter.
Lima kampung yang terdampak adalah Kampung Parungpung, Bojong Madang, Bojong Garu, Muncel, dan Tanggulan. Situasi paling parah terjadi di Kampung Bojong Madang dan Muncel yang terisolir akibat akses jalan utama tertutup genangan air. Di Kampung Parungpung, sebagian rumah warga dan lahan pesawahan juga tergenangi air.
Madroni, anggota Karang Taruna Desa Pamarayan sekaligus warga Kampung Parungpung, menyampaikan melalui pesan WhatsApp bahwa ini merupakan kejadian banjir keempat kalinya di wilayah tersebut. “Kali Susukan dan Cikambuy tidak mampu menampung debit air akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi,” ujarnya kepada awak media, Jum’at (24/1/2026).
Ia menambahkan, pihak BPBD Kabupaten Serang dan Provinsi Banten telah turun langsung ke lokasi dan menyiapkan satu unit perahu karet untuk membantu evakuasi serta memfasilitasi mobilitas warga yang harus melintas jalan terendam. Namun, di Kampung Parungpung RT 011/RW 004, hingga saat ini belum tersentuh bantuan.
Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Kali Susukan yang kini mengalami pendangkalan dan penyempitan. “Kami khawatir akan terjadi banjir susulan jika kondisi kali tidak segera diperbaiki. Kami juga mengajak instansi terkait untuk mengecek dan meninjau langsung lokasi terdampak,” pungkas Madroni.

Tinggalkan Balasan