KABUPATEN SERANG, BANTEN – Sebuah rumah milik pasangan suami istri Sana dan Nunung di Kampung Pasir Waru, RT 004 RW 002, Desa Pudar, Kecamatan Pamarayan, ambruk secara tiba-tiba setelah hujan lebat dan angin kencang pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Delapan penghuni rumah, meliputi istri dan enam anaknya, kebetulan berada di dapur saat rumah bagian utama roboh. Warga setempat yang melihat kejadian langsung bergerak untuk membantu mengevakuasi pemilik rumah beserta perabotan yang masih bisa diselamatkan.
Tokoh masyarakat Kampung Pasir Kupa, Ustazd Oni, menjelaskan bahwa rumah yang sudah tua dan rusak tersebut memang sudah terlihat tidak layak huni. Namun, pemilik rumah terkendala kondisi ekonomi yang terbatas sebagai buruh harian lepas dan petani.
“Kerugian perkiraan sekitar 30 hingga 40 juta rupiah. Kami warga hanya bisa membantu secara tenaga, mudah-mudahan pemerintah setempat dapat memberikan bantuan,” ujarnya.
Perangkat Desa Pudar, Atin (Kaur Umum), menyampaikan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti setelah menerima laporan. Saat ini telah memberikan bantuan berupa satu ikat telur, sementara material seperti asbes akan segera disiapkan.
“Sebelumnya kami sudah mengajukan proposal bantuan melalui BAZNAS ke berbagai instansi. Insya Allah akan membantu semaksimal mungkin agar pembangunan rumah bisa segera terealisasi,” ucapnya.
Babinsa Desa Pudar, Serma Jakaria, menambahkan bahwa pihaknya telah berkordinasi dengan kepala desa dan mengajukan bantuan ke Dinas Sosial melalui rantai komando militer. “Harapannya bantuan bisa segera dirilis agar keluarga tidak menunggu lama,” pungkasnya.
Sementara itu, keluarga korban telah diungsikan ke rumah tetangga bersama dengan barang-barang yang berhasil diselamatkan.

Tinggalkan Balasan