MEDAN – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero), terus menjaga kesinambungan bantuan bagi warga terdampak banjir di Sumatera. Setelah terlibat dalam fase tanggap darurat, BUMN perkebunan ini kembali menyalurkan puluhan ton bantuan pangan ke Aceh Utara pada Rabu (14/01/2026).

Bantuan yang disalurkan melalui program BUMN Peduli dengan koordinasi Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencakup 15 ton minyak goreng, 12 ton beras, serta 60 ribu bungkus mie instan, didistribusikan ke tiga titik di Aceh Utara.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan kelanjutan komitmen perusahaan untuk mendampingi masyarakat hingga benar-benar pulih. “Ini bukan penyaluran pertama, dan mudah-mudahan bukan yang terakhir. Sejak awal bencana, PalmCo berkomitmen hadir bersama mereka,” ujarnya pada Kamis (15/01).

Aceh Utara masih membutuhkan dukungan pangan mengingat proses relokasi dan perbaikan infrastruktur yang belum selesai. Menurut Jatmiko, keputusan memperluas distribusi didasarkan pada kebutuhan lapangan yang terus berubah. “Kami melihat dampak bencana tidak berhenti di satu titik. Karena itu bantuan diperluas agar saudara-saudara kita punya ruang untuk kembali menata kehidupan,” tambahnya.

Sejak bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kontribusi PalmCo telah menjangkau 16 kabupaten/kota. Perusahaan terlibat dalam evakuasi sekitar 1.700 warga, mengerahkan 27 unit alat berat untuk membuka akses wilayah terisolasi, serta mendirikan 45 posko pengungsian.

Selain bantuan logistik berupa makanan, air, pakaian, dan obat-obatan, PalmCo juga menyediakan akses komunikasi gratis berbasis Starlink di wilayah terpencil, serta terlibat dalam penyediaan lahan relokasi untuk hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) lengkap dengan fasilitas umum. Perusahaan juga menyediakan makam gratis bagi korban bencana.

Upaya ini dilakukan melalui Tim Crisis Centre yang bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, BPBD, TNI, kepolisian, serta organisasi kemanusiaan. “Tidak semua orang punya kesempatan untuk berbagi dalam situasi seperti ini. Kami bersyukur sebagai BUMN diberi ruang dan kemampuan untuk hadir bersama masyarakat,” ucap Jatmiko.

Bantuan yang berjalan dari fase darurat hingga pemulihan ini menunjukkan peran korporasi negara yang melampaui bantuan simbolik, sekaligus menjadi bukti bahwa warga terdampak belum ditinggalkan dalam proses pembangunan kembali kehidupan mereka.