LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak berencana untuk membangun sarana air bersih di 16 desa pada tahun 2025, sebagai bagian dari strategi untuk menekan angka stunting dan kemiskinan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga melalui akses air bersih yang lebih memadai.

Namun, rencana tersebut memunculkan pertanyaan terkait efektivitas dan keberlanjutan program. Sastra, seorang warga Lebak yang peduli terhadap pembangunan daerahnya, menekankan pentingnya kajian mendalam sebelum proyek dilaksanakan.

“Pembangunan sarana air bersih itu penting, tetapi apakah ini satu-satunya solusi untuk stunting dan kemiskinan? Kita perlu kajian yang benar-benar mendalam tentang kebutuhan masyarakat. Jangan sampai proyek ini malah mangkrak atau salah sasaran,” ujarnya pada Selasa (25/11/2025) di wilayah Kecamatan Muncang.

Sumber pendanaan proyek juga menjadi perhatian serius. Keterbatasan anggaran memunculkan kekhawatiran bahwa pembangunan sarana air bersih ini dapat mengorbankan sektor vital lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan. Sastra menekankan perlunya transparansi dalam pengelolaan anggaran serta mekanisme pengawasan yang ketat.

“Pemerintah, melalui Dinas PUPR, harus terbuka soal sumber dana dan bagaimana proyek ini akan diawasi. Jangan sampai ada praktik korupsi yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Keberlanjutan program juga menjadi sorotan utama. Tanpa pengelolaan yang baik, sarana air bersih yang dibangun berpotensi rusak dan tidak berfungsi dalam jangka panjang. Sastra menekankan perlunya pelatihan bagi masyarakat dalam memelihara dan mengelola sarana air bersih.

“Jangan sampai setelah dibangun, sarana ini terbengkalai karena tidak ada yang merawat,” jelasnya.

Sastra menegaskan bahwa pembangunan sarana air bersih di 16 desa adalah langkah positif, tetapi perlu dievaluasi secara komprehensif agar benar-benar efektif dan berkelanjutan. Ia berharap Pemkab Lebak dan Dinas PUPR lebih transparan dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan proyek.

“Dengan transparansi dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan proyek pembangunan sarana air bersih ini dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Lebak,” pungkasnya.