SERANG – Jalan Raya Cikande-Rangkasbitung (Cirabit) kembali menelan korban jiwa akibat truk pengangkut tanah urug yang parkir sembarangan. Seorang warga Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, meninggal dunia setelah menabrak truk pengangkut tanah yang terparkir di bahu jalan tanpa rambu-rambu lalu lintas pada Sabtu (7/12/2024) pukul 21:00 WIB.

Kejadian ini memicu kemarahan warga Desa Cemplang yang langsung menggelar aksi sweeping. Mereka melarang seluruh mobil angkutan tanah urug parkir di badan jalan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak.

Andi, perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Jawilan (HIMAJA), mengecam keras insiden ini. Ia mendesak pihak berwajib untuk menindak tegas para pelanggar peraturan lalu lintas. Andi juga mempertanyakan kinerja Dinas Perhubungan, Satpol-PP, Kepolisian, dan Dinas Lingkungan Hidup yang dinilai melakukan pembiaran, padahal kecelakaan sering terjadi di jalur Cirabit.

“Belum lama ini, anggota kepolisian menjadi korban akibat menabrak truk pengangkut tanah urug yang parkir sembarangan. Sekarang, warga sekitar yang menjadi korban. Kami mengecam dan meminta agar pihak berwajib menindak tegas pelanggar lalu lintas, khususnya mobil pengangkut tanah urug di jalan Cirabit, karena sudah banyak memakan korban. Mana kinerja Polisi lalu lintas, Dishub, Satpol-PP, dan Lingkungan Hidup?” tegas Andi, yang juga mantan Sekretaris HIMAJA.

Seorang warga yang berada di dekat lokasi kejadian membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban adalah pengendara motor matic yang menabrak bagian belakang truk pengangkut tanah dan langsung meninggal di tempat kejadian.

“Iya benar, Pak, ada kecelakaan. Tadi ada yang bawa motor matic, korban menabrak bak belakang mobil yang bawa tanah, dan korban langsung meninggal di tempat,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.