BANTEN – Untuk mengusung keunikan Kabupaten Lebak dan memperkenalkan wisata sejarah dan budaya, Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyelenggarakan event Festival Seni Multatuli 2023 bertema “Ngadulur Jeung Kultur”.  

Kepala Bidang Pemasaran Dinas  Kebudayaan dan Parawisata Lebak, Effendy saat ditemui diruang kerjanya  menjelaskan, Kharisma Event Nusantara adalah kumpulan event-event berkualitas dari 38 provinsi di Indonesia yang akan menjadi strategi kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Pemerintah Daerah melalui penyelenggaraan kegiatan yang berkualitas.

KEN 2023 adalah upaya Kemenparekraf dalam membangkitkan geliat event daerah dengan mempromosikan destinasi wisata, meningkatkan kunjungan wisata, dan memberdayakan potensi lokal.

“Kemenparekraf juga telah menerima sebanyak 291 usulan kegiatan yang dikurasi dalam tahap 1 administari dan tahap 2 wawancara, dari usulan ini kegiatan akan dinilai dan akan dipilih menjadi TOP 110 kegiatan KEN 2023 dari 38 Provinsi,” jelasnya. Selasa, (13/6/2023).

Menurut Effendy, Kabupaten Lebak harus berbangga karena dua Event Kabupaten Lebak yaitu Seba Baduy dan Festival Seni Multatuli masuk dalam program unggulan Kemenparekraf ini karena Kedua event ini hadir untuk mempromosikan pariwisata khususnya budaya dan kesenian Kabupaten Lebak guna meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Sejak Oktober 2022 lalu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak telah mengajukan event ini untuk dapat dinilai atau dikurasi oleh Kemenparekraf. Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Disbudpar Lebak akan terus mempersiapkan secara matang kedua event yang telah terpilih ini,” ujarnya.

Lanjut dikatakan Effendy, Festival Seni Multatuli merupakan ikhtiar yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Lebak dalam rangka membuka ruang interaksi kreatif antara budaya dan memperkenalkan khususnya museum sejarah antikolonial di Provinsi banten yaitu Museum Multatuli.

“Event ini juga akan menyuguhkan beberapa acara utama atau main event yaitu Parade Kerbau, Karnaval Kostum Etnik, dan telusur jejak Multatuli,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Parawisata Lebak menambahkan bahwa, acara ini juga didukung oleh acara pendukung atau side event yaitu Pameran UMKM dan EKRAF, Talkshow Budaya, Pagelaran Musik, Permainan Tradisional, dan masih banyak lagi kegiatan pendukung lainnya.

Event ini akan dilaksanakan 4 (empat) hari dimulai 15-18 Juni 2023 berlokasi di Museum Multatuli dan Alun-alun Rangkasbitung, Provinsi banten,” pungkasnya.

Lebih menariknya di acara ini para peserta akan diajak untuk berwisata edukasi pada kegiatan telusur jejak multatuli dimana para pengunjung akan berjalan kaki atau bersepeda dengan menyelusuri jejak peninggalan dari Max Havelaar atau Edward Douwes Dekker.

Beberapa langkah promosi akan dilaksanakan oleh Disbudpar Lebak, seperti Pembuatan video promosi, Media Online, Media Offline, dan Roadshow ke beberapa Kabupaten/Kota untuk mendatangkan wisatawan atau pengunjung ke event nasional ini.

“Event ini menargetkan sekitar 25.000-35.000 pengunjung, namun tetap ada pembatasan kerumunan dengan berkoordinasi dengan Instansi lainnya,” pungkasnya.

Untuk Info Event Festival Seni Multatuli 2023 lebih lanjut tentang acara ini dapat di akses Instagram Resmi @disbudparlebak atau website www.lebakunique.id