LEBAK, TintakitaNews.com – Seluruh sekolah dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, bersiap menyelenggarakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) serta Olahraga Prestasi Siswa Nasional (O2SN). Kegiatan akbar ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, pada 15 dan 16 April 2026 mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Ketua Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Kecamatan Leuwidamar, Usen Suhendar, S.Pd., M.Si., memastikan seluruh rangkaian acara dilaksanakan dengan mengacu penuh pada petunjuk teknis (juknis) tingkat kabupaten.

“Kegiatan ini akan diikuti oleh 25 SD Negeri, 1 SD Swasta, serta 2 MI. Kami memastikan seluruh teknis pelaksanaan mengikuti standar dan juknis yang telah ditetapkan,” ujar Usen kepada awak media, Jumat (10/4/2026).

Pada ajang O2SN, terdapat enam cabang olahraga yang diperlombakan untuk mengasah bakat atletik siswa, meliputi bulutangkis, renang, pencak silat, catur, senam, dan atletik.

Sementara itu, kompetisi FLS3N digelar lebih variatif untuk menampung bakat seni dan budaya. Cabang lomba yang dipertandingkan antara lain gambar bercerita, mendongeng, cerita bergambar, kriya, menyanyi solo, tari, MTQ, renang, hingga pantomim.

Koordinasi Langsung oleh Kepala Sekolah

Demi menjaga kelancaran dan objektifitas pelaksanaan, setiap cabang olahraga maupun lomba seni akan dikoordinatori langsung oleh para Kepala Sekolah SD yang ada di wilayah Leuwidamar.

“Pembagian tugas sudah jelas, masing-masing cabang akan dikawal dan dikoordinir oleh para kepala sekolah agar jalannya pertandingan dan penilaian berjalan objektif, sportif, serta tertib,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Sekretaris Bapopsi Kecamatan Leuwidamar, Hendra Kamajaya, S.Pd., menuturkan bahwa rapat koordinasi persiapan telah berjalan lancar. Seluruh pihak menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan event ini sebagai wadah pembinaan minat, bakat, dan prestasi siswa.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, bibit-bibit unggul baik di bidang olahraga maupun seni dapat terdeteksi sejak dini untuk kemudian dibawa ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Hendra.