JAKARTA – Ekspedisi Mistis Indonesia (XMIST) melakukan penelusuran terhadap pabrik terbengkalai di Lebak, Banten, yang dikenal dengan cerita sosok “Nenek Gempor” yang dipercaya mengganggu warga sekitar. Eksplorasi mandiri yang dilakukan oleh Mifta Giyanti tersebut bertujuan mengungkap fakta di balik cerita yang berkembang di masyarakat.

Pabrik yang terletak di wilayah Lebak tersebut memiliki sejarah berubah fungsi. Dulunya difungsikan sebagai pabrik gula aren, kemudian diubah menjadi pabrik konveksi sebelum akhirnya ditinggalkan total akibat kebakaran yang terjadi di masa lalu. Sejak saat itu, lokasi tersebut menjadi terbengkalai dan menjadi sumber berbagai cerita mistis di kalangan warga sekitar.

“Salah satu cerita yang paling sering disebut adalah sosok ‘Nenek Gempor’ yang kerap mengganggu mereka yang beraktivitas di sekitar empang di area tersebut,” demikian dikutip dari keterangan yang diterima awak media, Selasa (31/3/2026).

Dalam penelusuran yang dilakukan, tim XMIST menyusuri berbagai bagian bangunan yang sudah rusak dan tidak terawat. Pada salah satu momen, pihaknya mengklaim berhasil merekam suara yang diduga menyerupai suara perempuan lanjut usia, yang kemudian dikaitkan dengan cerita yang beredar.

Mifta Giyanti menyampaikan bahwa aktivitas eksplorasi yang dilakukan bukan untuk mencari sensasi semata. “Yang kita lakukan itu bukan buat ganggu atau cari sensasi. Justru kita datang, kita eksplor, dan setelah itu kita doakan supaya tidak ada hal-hal di sana yang mengganggu warga sekitar,” ujarnya.

XMIST juga menegaskan prinsip yang dipegang dalam setiap eksplorasi, yaitu tidak hanya menghadirkan pengalaman dan hiburan, tetapi juga memastikan tidak ada dampak negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar. Selain itu, pihaknya mengimbau penonton untuk tidak melakukan eksplorasi secara sembarangan, menjaga keamanan, dan tidak mengganggu aktivitas warga setempat.

Ke depan, XMIST berkomitmen akan terus melakukan eksplorasi di berbagai lokasi dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab, sekaligus memberikan pengalaman autentik kepada audiens.