BATUBARA, TintaKitaNews.com – Direktur Pengamanan dan Intelijen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Tatan Dirsan Atmaja melakukan peninjauan program ketahanan pangan di Lahan Air Joman sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) aspek pengamanan di Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku pada Kamis (26/3/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB bertujuan memastikan program pertanian berjalan optimal serta menilai penerapan standar keamanan dan kesiapsiagaan petugas sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam peninjauan lahan pertanian, Dirpamintel mengapresiasi keberhasilan Lapas Labuhan Ruku yang memanfaatkan lahan kosong menjadi area produktif sebagai bagian pembinaan kemandirian warga binaan. Tercatat terdapat 3.100 tanaman pisang dan 75 kilogram bibit jagung yang tumbuh dengan baik, memberikan kontribusi pada penguatan ketahanan pangan sekaligus peningkatan keterampilan warga binaan.

“Tujuan pemanfaatan lahan produktif adalah mendukung pembinaan berorientasi kemandirian dan reintegrasi sosial warga binaan setelah masa pidana,” ujar Tatan Dirsan Atmaja.

Selain sektor pertanian, dilakukan juga monev sistem pengamanan yang mencakup pemeriksaan sarana dan prasarana seperti senjata api serta amunisi, jadwal piket petugas, dan kondisi blok hunian warga binaan.

Hasil monitoring menunjukkan sarana dan prasarana pengamanan berada dalam kondisi baik dan mendukung operasional optimal. “Secara umum, sarana dan prasarana pengamanan sudah memadai dan pelaksanaan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan,” tegasnya.

Kepala Lapas Kelas IIA Labuhan Ruku Hamdi Hasibuan menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, monev menjadi dukungan nyata dalam meningkatkan kualitas pengamanan dan pembinaan.

“Kegiatan ini memberikan masukan konstruktif untuk memperkuat sistem keamanan, meningkatkan kesiapsiagaan petugas, serta mengoptimalkan program pembinaan kemandirian melalui pertanian,” ujar Hamdi.

Lapas Labuhan Ruku berkomitmen terus memperkuat tata kelola pengamanan dan pembinaan secara profesional, akuntabel, serta selaras dengan kebijakan pemasyarakatan produktif dan humanis.