KEEROM, TintaKitaNews.com – Satuan Tugas Pengamanan Batas (Pamtas) Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) Statis Yonif 643/Wanasari menerima kunjungan kerja (kunker) Tim Gawat Darurat Bina Teritorial (Garbinter) dari Pusat Teritorial (Pusterad) pada Kamis (5/3/2026). Kunjungan yang dipimpin oleh Ketua Tim Letkol Inf Abdul Hakim Hasibuan beserta anggota Tim Kapten Inf Dalyanto dilakukan di Pos Komando Taktis (Kotis) Pir IV, Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua.

Dansatgas Yonif 643/Wanasari Letkol Adhi Sumarno beserta seluruh anggota menyambut kedatangan tim dan mengarahkan mereka ke ruang Transit sebelum melanjutkan ke ruangan rapat. Di sana, Dansatgas memaparkan kondisi pos dan kegiatan yang telah dilaksanakan melalui video conference (Vicon), yang diikuti oleh perwira staf dan seluruh personil jajaran pos.

Ketua Tim Garbinter membacakan amanat dari Danpusterad dan memberikan pengarahan kepada seluruh personil. Ia menjelaskan bahwa kegiatan Garbinter ini merupakan bagian dari asistensi teknis (Asnis) untuk memastikan kegiatan teritorial berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

Tim Garbinter juga memberikan cinderamata serta sarana olahraga berupa bola voli beserta net, bola sepak, rompi, dan topi yang diterima secara simbolis oleh Dansatgas. Selanjutnya, tim membagikan formulir ceklis kepada personil Pos Kotis untuk pengisian terkait kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter), sebelum sesi ditutup dengan foto bersama.

Sesuai jadwal, Tim Garbinter juga melaksanakan kunker ke Pos Komando Utama (Kout) di Kampung Skouw, Distrik Muara Tami untuk memberikan pengarahan dan meninjau kondisi lokasi.

Letkol Inf Abdul Hakim Hasibuan menegaskan bahwa pelaksanaan Binter harus dilakukan secara humanis dengan cara meraih hati dan pikiran rakyat. Ia juga mengingatkan tentang lima kemampuan teritorial yang harus dimiliki prajurit, yaitu temu cepat dan lapor cepat terkait stabilitas wilayah, manajemen teritorial berupa pengelolaan data, penguasaan wilayah dan perlawanan rakyat, serta kemampuan komunikasi sosial.

Sementara itu, Letkol Inf Adhi Sumarno menyampaikan bahwa peran Satgas Pamtas RI-PNG tidak hanya menjaga kedaulatan negara dan memberikan rasa aman, tetapi juga peduli mengatasi kesulitan rakyat melalui Binter. “Personil harus menerapkan tiga metode Binter, yaitu Komunikasi Sosial (Komsos), Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil), dan Bakti TNI,” ujarnya.