Kerugian material diperkirakan Rp5 juta, tidak ada korban jiwa
BOYOLALI, TintaKitaNews.com – Serangan angin kencang yang disertai awan gelap pekat melanda Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali, pada sekitar pukul 15.30 WIB Jumat (27/02/2026). Pohon sawo berumur sekitar 30 tahun milik Ibu Sunarti (52) di Desa Kejayan roboh tiba-tiba dan menimpa bagian depan rumahnya, menyebabkan kerusakan parah pada atap serta beberapa bagian dinding luar.
Dukungan awal langsung diberikan oleh warga sekitar yang menyaksikan kejadian secara langsung. Di antaranya Bapak Darmadi (70), penghuni rumah sebelah, dan Bapak Fahrudin (55), ketua RW setempat, yang segera memeriksa kondisi penghuni rumah dan melaporkan kejadian ke pos koramil serta kantor desa.
“Kami baru saja selesai makan siang, tiba-tiba angin datang sangat kencang dengan derasnya. Pohon itu langsung condong ke arah rumah dan tumbang dalam hitungan detik. Alhamdulillah, istri dan anak saya sedang di dalam kamar belakang jadi tidak terkena,” ujar Ibu Sunarti saat ditemui di lokasi usai proses pembersihan selesai.
Tak lama setelah laporan masuk, Babinsa Koramil 09/Sawit Kodim 0724/Boyolali Serma Joko S segera bergerak dan mengkoordinasikan dengan tim BPBD Kabupaten Boyolali. Tim yang terdiri dari empat personel tersebut datang bersama perangkat desa dan relawan masyarakat, membawa peralatan gergaji mesin serta alat bantu pembersihan lainnya. Dengan kerja sama yang baik, mereka berhasil membersihkan reruntuhan pohon dalam waktu sekitar satu jam setengah.
“Kami fokus pada keamanan utama saat menangani kejadian ini dan memastikan tidak ada bahaya tersembunyi setelah pohon tumbang. Cuaca ekstrem belakangan memang sering terjadi di wilayah ini, jadi kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan memeriksa kondisi pohon besar di sekitar rumah dan membersihkan saluran drainase secara berkala,” jelas Serma Joko S dalam keterangan kepada awak media.
Kepala Seksi Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Boyolali, Bapak Supriyanto, yang juga hadir di lokasi, menambahkan bahwa tim telah melakukan penilaian awal terhadap kerusakan yang terjadi. Menurutnya, kerugian material dari kerusakan atap dan dinding rumah diperkirakan mencapai Rp5 juta. Selain itu, tim juga telah melakukan pendataan lengkap untuk mempertimbangkan bantuan rehabilitasi bagi keluarga korban.
“Hingga saat ini, situasi di lokasi sudah aman dan kondusif. Keluarga Ibu Sunarti sementara tinggal bersama saudara di dekat lokasi kejadian. Kami akan terus melakukan patroli rutin di wilayah yang dinilai rawan cuaca ekstrem untuk antisipasi kejadian serupa di masa mendatang,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi erat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menangani bencana akibat perubahan cuaca. Seiring dengan meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Kabupaten Boyolali, sinergi ini diharapkan dapat terus diperkuat untuk meminimalkan risiko kerugian dan menjamin keamanan warga.

Tinggalkan Balasan