Kegiatan Fokus Pembinaan Karakter Generasi Muda di Era Digital
LEBAK, Tintakitanews.com – Pemuda Masjid Jami Nurul Yaqin, Desa Kujangsari, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten, resmi membuka Pesantren Kilat Ramadan 1447 Hijriah pada Minggu (22/2/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 8 Maret 2026 ini digelar setiap hari pukul 16.00–17.30 WIB di kompleks masjid tersebut.
Mengusung tema “Ramadhan Sebagai Momentum Upgrade Diri di Era Digital Menuju Insan Berakhlakul Karimah”, program ini bertujuan untuk membina karakter dan menguatkan nilai-nilai keislaman bagi pemuda di Desa Kujangsari dan wilayah sekitarnya.
Rangkaian kegiatan meliputi tadarus serta tahsin Al-Qur’an, kajian interaktif beserta ceramah keagamaan, hingga pembiasaan salat berjamaah dan qiyamullail.
Ketua Pemuda Masjid Jami Nurul Yaqin, Ujang, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen pemuda dalam menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan moral dan spiritual generasi muda.
“Di tengah derasnya arus digitalisasi dan pengaruh media sosial, generasi muda membutuhkan ruang pembinaan yang positif. Masjid harus menjadi pusat pendidikan akhlak dan karakter. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperkuat itu,” tegasnya dalam sambutan pembukaan.
Tokoh masyarakat Desa Kujangsari, Abah Suanda, memberikan apresiasi penuh atas inisiatif para pemuda. Menurutnya, pembinaan generasi muda membutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masjid.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini. Pesantren Kilat ini adalah investasi moral bagi masa depan desa,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Reja, menjelaskan bahwa konsep kegiatan dirancang secara interaktif untuk mendorong peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga aktif berdiskusi dan memahami materi secara mendalam.
“Kami ingin nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadan tidak berhenti sebagai kegiatan musiman. Harapannya, setelah kegiatan ini selesai, peserta tetap istiqamah dalam ibadah dan menjaga akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Reja.
Pembukaan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda, orang tua, dan warga sekitar. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah serta melahirkan generasi muda yang religius, cerdas, dan berakhlakul karimah.

Tinggalkan Balasan