BANTEN, Tintakitanews.com – Pasar Semi Kabupaten Lebak, yang dirancang sebagai simbol perdagangan modern dan penggerak perekonomian rakyat, kini menghadapi kondisi yang sangat memprihatinkan. Sebagian besar bangunan dan area pasar tertimbun tanah longsor, sementara fasilitas umum seperti toilet dan mushola tidak terawat serta tidak dapat digunakan.

Dalam keterangan pada Selasa (10/2/2026), Ketua Kumala Pandeglang, Sepdi Hidayat, menyatakan bahwa proyek pasar yang direncanakan dengan total 823 lapak bukan hanya menghadapi masalah teknis, melainkan diduga sebagai kecelakaan perencanaan yang merugikan pedagang dan masyarakat luas.

“Ini sebuah proyek unggulan yang seharusnya meningkatkan taraf hidup justru menjadi beban,” ujarnya.

Pasar yang awalnya bernama Pasar PKL Kandang Sapi berlokasi di Kampung Semi, Desa Narimbang Mulya, Kecamatan Rangkasbitung. Sebelumnya, Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyi Diki Jayabaya, pernah menjamin pembebasan biaya sewa, pajak, dan kebersihan selama satu tahun penuh bagi para pedagang.

Namun sejak November 2025, ratusan pedagang mengalami penurunan omzet drastis. Masalah utama yang muncul saat ini meliputi tanah longsor akibat tidak adanya pagar pembatas yang menyebabkan drainase tersumbat, pasokan air bersih terbatas, serta maraknya pedagang baru yang berjualan di luar area resmi pasar.

Sepdi Hidayat menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap proses perencanaan dan pengawasan proyek tersebut. “Pemerintah daerah harus bertanggung jawab penuh khususnya Disperindag Lebak dan segera mengambil langkah korektif,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih dalam proses mengonfirmasi keterangan resmi dari pihak-pihak terkait.