DUMAI – Tak lama setelah kasus pengeroyokan terhadap wartawan yang diduga dilakukan oleh petugas keamanan belum selesai ditangani, CV Elsa kembali menjadi perhatian publik. Perusahaan yang juga mengelola outsourcing bidang keamanan tersebut kini diduga mendatangkan orang bayaran dengan kedok petugas keamanan.

Pada Senin (09/02/2026) sekitar pukul 10.11 WIB, hasil pantauan lapangan menunjukkan sekitar 30 orang berkumpul di sekitar pos keamanan. Sebagian besar tampak berdiri berkelompok, sementara lainnya berjalan mondar-mandir di depan jalan yang ditutup bentangan portal.

Keberadaan puluhan orang yang diduga bukan petugas keamanan resmi tersebut menimbulkan keresahan masyarakat. Apalagi, kondisi ini terjadi di tengah proses hukum atas dugaan kekerasan terhadap wartawan yang masih berlangsung dan dinilai berpotensi memperkeruh suasana serta menjadi bentuk intimidasi.

Ucok Regar, pemilik CV Elsa sekaligus pemberi kuasa perusahaan outsourcing terkait, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp hanya menyampaikan singkat, “Terkait keberadaan kita di lokasi hanya sebagai pengelola.”

Saat ditanya lebih lanjut mengenai tujuan kedatangan orang-orang tersebut ke zona yang menjadi titik konflik, pihaknya belum memberikan penjelasan hingga berita ini diterbitkan.

Di sisi lain, Dery, korban pengeroyokan, meminta aparat penegak hukum segera mengambil tindakan. “Harap dilakukan pengecekan legalitas petugas keamanan yang berada di lokasi, serta memastikan keamanan dan ketertiban umum tetap terjaga,” ujarnya.

Awak media masih terus berusaha mengonfirmasi informasi lebih lanjut kepada semua pihak terkait.