LEBAK, BANTEN – Program hidroponik yang didukung oleh Astra dan dikelola Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menunjukkan hasil positif. Produksi sayuran dengan sistem tanpa tanah kini mampu memenuhi sebagian kebutuhan konsumsi sayuran segar bagi siswa sekolah tersebut.
Program ini diluncurkan pada awal tahun 2025 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang dan memberikan pendidikan praktis tentang pertanian modern kepada siswa. Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SDN 2 Leuwidamar, Anwar, kepada awak media pada Rabu (28/1/2025).
“Program hidroponik dari Astra bukan hanya memberikan fasilitas dan teknologi, tetapi juga membuka wawasan bagi siswa dan masyarakat sekitar tentang cara bertani yang efisien dan ramah lingkungan,” ujar Anwar.
Saat ini sekolah berhasil memanen berbagai jenis sayuran seperti selada, bayam, dan kangkung yang langsung dimanfaatkan untuk makanan sehat siswa dan orang tua di sekitar sekolah.
Pelaksanaan program melibatkan partisipasi aktif siswa kelas 4 hingga 6, yang dibimbing oleh guru dan petugas pendamping dari tim Astra. Kegiatan ini juga diintegrasikan sebagai pembelajaran praktis mata pelajaran IPA dan Pendidikan Kewirausahaan.
“Selain untuk konsumsi internal, sebagian hasil panen juga dijual secara terbatas kepada masyarakat sekitar untuk mendanai pengembangan program lebih lanjut. Ini menjadi sarana pembelajaran bagi siswa tentang manajemen usaha sederhana,” tambahnya.
Perwakilan Astra menyampaikan bahwa dukungan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pengembangan pendidikan dan ketahanan pangan daerah. SDN 2 Leuwidamar merupakan salah satu dari 13 sekolah di Kecamatan Leuwidamar yang mendapatkan bantuan program tersebut.
Pada tahap selanjutnya, pihak sekolah berencana mengembangkan lahan hidroponik serta melibatkan orang tua siswa dalam pengelolaan agar program dapat berkelanjutan secara jangka panjang.

Tinggalkan Balasan