SERANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) se-Banten menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-III pada Minggu (25/01/2026) di Gedung SMK Pelayaran Kota Serang. Kegiatan yang melibatkan wilayah Kota Serang, Cilegon, dan Kabupaten Serang berjalan lancar, demokratis, dan penuh semangat profesionalisme.

Dalam acara yang mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme Jurnalis dan Sinergi Antar Pers”, Alfian berhasil terpilih kembali sebagai Ketua DPC KWRI Kabupaten Serang. Selain itu, melalui mekanisme musyawarah mufakat juga ditetapkan kepengurusan baru untuk dua wilayah lainnya: Agus Sobari sebagai Ketua DPC KWRI Kota Serang dan H. Jajuli sebagai Ketua DPC KWRI Kota Cilegon.

Sarwani, Sekretaris DPD KWRI Provinsi Banten yang mewakili Ketua DPD H. Edi Murpik sebagai pimpinan sidang, menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara. “Alhamdulillah, Muscab III DPC KWRI berjalan lancar, demokratis, dan penuh semangat kebersamaan. Ini menjadi bukti bahwa KWRI di Banten terus tumbuh sebagai organisasi profesi yang solid, mandiri, dan profesional,” ujarnya.

Sarwani juga menyampaikan pesan dari H. Edi Murpik terkait peran strategis wartawan sebagai pilar keempat demokrasi. Menurutnya, wartawan bukan hanya penyampai berita tetapi juga penjaga nurani publik yang harus menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, dan independensi.

“Di tengah derasnya arus informasi digital yang kompleks, organisasi profesi wartawan seperti KWRI harus menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kapasitas jurnalis. Profesionalisme menjadi kunci agar pers tetap dipercaya publik,” tegas Sarwani.

Ia menambahkan bahwa KWRI harus terus mendorong anggotanya untuk meningkatkan kompetensi, etika jurnalistik, serta kepatuhan terhadap Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Sinergi dengan berbagai elemen masyarakat juga harus dibangun melalui pemberitaan yang objektif, berimbang, dan mendidik.

Ketua Panitia Muscab Ihwan Arif yang juga menjabat sebagai wakil pimpinan sidang mengamanatkan agar insan pers KWRI senantiasa meningkatkan kompetensi dan berpedoman pada peraturan yang berlaku. “Pers memiliki peran strategis sebagai kontrol sosial, media pendidikan, dan hiburan. Karena itu, profesionalisme dan etika harus menjadi pedoman utama dalam setiap karya jurnalistik,” ujarnya.

Alfian yang terpilih kembali menyampaikan wacana untuk membawa KWRI lebih maju dengan mengusung paradigma jurnalisme baru dan kontemporer.