JAKARTA – Perkumpulan Pimpinan Redaksi Indonesia Maju (PRIMA) secara resmi mempertegas arah perjuangannya sebagai wadah pemersatu pemimpin redaksi profesional dan inovatif. Di tengah tantangan disrupsi informasi, organisasi ini hadir dengan semangat baru untuk mewujudkan ekosistem media nasional yang sehat, sekaligus memperkokoh marwah pers berintegritas demi kemajuan bangsa.
Sebagai organisasi yang menghimpun para pengambil kebijakan di ruang redaksi, PRIMA mengusung visi menjadi wadah yang profesional dan berintegritas. Visi tersebut diwujudkan melalui lima pilar misi utama, yang mencakup peningkatan kualitas jurnalistik, penegakan etika, transformasi digital, advokasi kebebasan pers, serta pembangunan karakter bangsa.
Ketua PRIMA Hermanius Burunaung menjelaskan bahwa nama “PRIMA” bukan sekedar singkatan, melainkan janji untuk selalu memberikan hasil terbaik dan unggul dalam setiap produk pemberitaan yang dihasilkan oleh anggotanya.
“Kami tidak hanya ingin sekadar eksis, tapi ingin memberikan dampak nyata. PRIMA berkomitmen menjaga independensi sekaligus menjadi mitra strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui transformasi digital yang sehat,” ujarnya.
Identitas visual PRIMA juga mencerminkan integritas organisasi. Simbol kamera pada logo melambangkan kejujuran dalam melihat fakta dan visualisasi kebenaran, sedangkan pena bulu merak melambangkan keindahan penyampaian informasi yang tetap tajam, berwibawa, dan kritis.
PRIMA mengajak seluruh insan pers untuk tetap optimis dalam menyampaikan informasi akurat dan tajam. Melalui kolaborasi yang solid, organisasi ini yakin pers Indonesia akan terus menjadi pilar demokrasi yang terpercaya dan disegani.
VISI PRIMA
“Menjadi wadah pemersatu pemimpin redaksi yang profesional, berintegritas, dan inovatif dalam mewujudkan ekosistem media nasional yang sehat demi kemajuan bangsa Indonesia.”
MISI PRIMA
1. Meningkatkan Kualitas Jurnalistik: Kolaborasi antar pemimpin redaksi untuk standar karya yang mendalam dan edukatif.
2. Menjaga Independensi & Etika: Menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik guna menjaga kepercayaan publik.
3. Transformasi Digital & Inovasi: Mengadaptasi digitalisasi, multimedia, dan kecerdasan buatan agar media tetap relevan dan kompetitif.
4. Advokasi & Kesejahteraan: Melindungi kebebasan pers dan memperjuangkan keberlanjutan industri media.
5. Pembangunan Karakter Bangsa: Mengawal narasi positif dan kritis terhadap kebijakan publik.
PERKUMPULAN PIMPINAN REDAKSI INDONESIA MAJU (PRIMA)

Tinggalkan Balasan