SERANG – Jembatan penghubung Desa Cemplang dan Desa Bojot, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang kembali memakan korban. Kali ini, nasib buruk menimpa Bapak Parubaya (60), warga Desa Kebon Cau, Kecamatan Pamarayan, pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban yang sedang melintas dari Desa Cemplang ke Desa Bojot terperosok dan jatuh bersama kendaraan roda dua-nya ke bawah jembatan akibat kondisi struktur yang rusak parah. Akibat kejadiannya, Bapak Parubaya mengalami luka di bagian kepala dan tangan.

Menurut saksi mata, Umong (warga Desa Bojot), minimnya akses jalan alternatif membuat pengendara terpaksa menggunakan jembatan yang sudah tidak layak pakai. “Saya mau lewat kesitu, tapi karena jembatan tidak bisa dilewati dua motor sekaligus, saya berhenti menunggu. Kondisi jembatan yang parah membuat beliau kehilangan keseimbangan dan jatuh ke bawah yang penuh puing-puing,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (8/12/2025), kejadian serupa juga menimpa Rohanah (65) dan Mia Amelia (19), warga Desa Bojot. Keduanya jatuh ke bawah jembatan sekitar pukul 14.00 WIB ketika mengendarai motor akibat permukaan yang rusak dan minim bagian yang bisa dipijak.

“Kami memilih jalan itu karena akses yang dekat, tapi cucu saya tidak bisa mengimbangi motornya sehingga kami jatuh,” ungkap Rohanah saat memberikan keterangan.

Diketahui, jembatan yang sudah rusak selama kurang lebih dua tahun ini telah menelan korban sebanyak lima orang sejak kerusakan mulai terjadi. Keluhan warga telah disampaikan melalui pemberitaan, namun belum mendapatkan tanggapan nyata dari pemerintah desa, kabupaten, maupun provinsi.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisariat PMII STAI Assalamiyah menekankan perlunya tindakan cepat dari pihak berwenang. “Jembatan ini bukan sekedar rusak, tapi sudah menjadi ancaman nyawa yang dibiarkan begitu lama. Kami meminta pemerintah segera memperhatikan pasilitas warganya. Apakah harus menunggu ada korban jiwa baru mau bertindak?” tegasnya.