SERANG – Pernyataan bernada ancaman yang diduga dilontarkan Kepala Desa (Kades) Bojot, Kecamatan Jawilan, Memen Suryaman, kepada Ali Imron, wartawan TintakitaNews, terus menuai sorotan. Meski telah berulang kali diupayakan konfirmasi, Kades Bojot memilih bungkam.

Spekulasi semakin liar setelah Memen mengakui pernah mengalami gangguan mental akibat gagal menjadi abdi negara, yang diduga berimbas pada Ali Imron yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya.

Ketua APDESI Kecamatan Jawilan mengaku bingung dengan sikap Kades Bojot yang sulit diberi masukan. “Saya bingung kalau memberikan masukan dengan Kades Bojot Memen Suryaman karena selalu merasa pintar,” katanya melalui pesan WhatsApp, Selasa (30/9/2025).

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula pada Jumat, 26 September 2025, saat Ali Imron hendak meliput kegiatan pembangunan yang bersumber dari APBDes di kantor Desa Bojot. Namun, Ali Imron justru mendapat perlakuan dan ucapan tidak pantas dari Kades Bojot yang terkesan anti kritik dan bernada mengancam.

“Pada Jumat pagi, saya ke kantor Desa Bojot untuk mengetahui regulasi pengucuran anggaran desa yang terealisasi. Namun, Kades Bojot menghampiri saya dan langsung menceritakan kisah masa lampaunya, beliau mengatakan pernah depresi berat dan gagal menjadi calon aparat militer,” terang Ali.

Ali mengaku heran dengan sikap Kades Bojot yang mengeluarkan kata-kata jauh dari substansi materi yang sedang digalinya.

“Beliau mengatakan, ‘Oh, iya kamu sekarang pindah di media tinta yah, kebetulan saya dengan media TintaKitaNews itu sedang lagi agak dongkol, dan benarkah anda sekarang pindah di media tinta?’ Saya menjawab, ‘Iya benar, emang kenapa Pak Kades?'” tambah Ali.

Bahkan, Kades Bojot seakan mengancam dengan mengingatkan sikapnya yang berubah-ubah. “Jadi karena kamu sekarang di media tinta, saya hanya mengingatkan saja karena sikap saya ini orangnya kadang suka berubah, lagi bercanda yah, bercanda, tapi kadang kala ada saatnya sikap saya juga berubah, misalkan kalau lagi ada bata yah bata. Tapi saya juga tahu memang kamu itu orangnya baik, namun karena kamu sekarang di media tintakitanews, saya khawatir suatu saat sikap saya bisa berubah dan kamu menjadi salah satu imbasnya,” jelas Ali.

Ucapan Kades Bojot tersebut dibenarkan oleh salah seorang stafnya yang mendengar langsung percakapan tersebut.

Hingga berita ini dimuat, awak media masih berupaya mengonfirmasi Kades Bojot, namun belum mendapat respons.