SERANG – Insiden pengeroyokan terhadap sejumlah jurnalis yang tengah meliput penutupan PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Desa Cemplang berbuntut panjang. Kepala Desa Cemplang, Agus Tani, turut menjadi sorotan dan telah dipanggil Kepolisian Resort Kabupaten Serang untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.

Dalam keterangannya, Agus Tani membenarkan bahwa dirinya berada di lokasi kejadian, meskipun tidak berada persis di area pengeroyokan. “Saya memang berada di samping pabrik. Begitu mendengar ada insiden, saya langsung berlari ke arah sumber suara dan mencoba melerai,” ungkapnya. Agus Tani juga mengaku berada di belakang Nana Kuncir saat berusaha menghentikan aksi kekerasan tersebut.

Menyusul kejadian ini, Agus Tani menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh awak media. “Atas nama pribadi dan seluruh warga Desa Cemplang, saya meminta maaf sebesar-besarnya atas insiden yang sangat disayangkan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kabupaten Serang, AKP Andi Kurniady menjelaskan bahwa pihaknya terus mendalami kasus ini. “Motif sementara yang kami dapatkan adalah pelaku mengira korban adalah bagian dari kelompok yang sering melakukan aksi demonstrasi di sekitar lokasi. Namun, kami tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain,” jelasnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Kabupaten Serang telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang terjadi pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kelima tersangka tersebut adalah KA alias Kipli (31), yang merupakan anggota ormas; BM alias Bongkol (25), petugas keamanan PT GRS; serta AR (32), SI alias Ipoy (32), dan AJ alias Mika (39), yang diketahui sebagai karyawan pabrik pengolahan timah tersebut.

Kapolres Serang, AKBP Condro Sasongko, dalam konferensi pers yang digelar pada Senin, 25 Agustus 2025, mengungkapkan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan terhadap 15 orang saksi. “Dari hasil pemeriksaan, lima orang terbukti terlibat dalam aksi pengeroyokan dan telah kami tetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Hingga saat ini, awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan akurat.